Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik <p>Webinar Jurnalistik 2021 <br />“Transformasi Jurnalisme Pelajar pada Era Sibernetik”</p> en-US Wed, 27 Oct 2021 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.2 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENERAPAN MODEL KEPALA BERNOMOR DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS ANEKDOT PADA SISWA KELAS X SMK CUT NYA DIEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN 2019/2020 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2043 <p>ABSTRAK<br>Penelitian ini dilatarbelakangi siswa belum memahami betul seluk beluk teks anekdot, sehingga perlu adanya<br>pengenalan dan pendalaman materi tentang anekdot. Siswa masih merasa bahwa karya tulisan teks anekdot mereka tidak<br>lucu atau tidak mengundang unsur humor. Rumusan masalahnya bagaimana penerapan model kepala bernomor dalam<br>pembelajaran menulis teks anekdot pada siswa kelas X SMK Cut Nya Dien Semarang tahun pelajaran 2019/2020?<br>Adapun tujuan penelitian ini mendeskripsikan penerapan model kepala bernomor dalam pembelajaran menulis teks<br>anekdot pada siswa kelas X SMK Cut Nya Dien Semarang tahun pelajaran 2019/2020 dan mendeskripsikan hasil<br>penerapan model kepala bernomor dalam pembelajaran menulis teks anekdot pada siswa kelas X SMK Cut Nya Dien<br>Semarang tahun pelajaran 2019/2020. Pendekatan yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil<br>penelitian yang dilakasanakan pada peserta didik kelas X di SMK Cut Nya' Dien Semarang tahun pelajaran 2019/2020,<br>maka dapat disimpulkan bahwa model kepala bernomor dapat diterapkan dalam pembelajaran menulis teks anekdot.<br>Model kepala bernomor yang diterapkan dalam pembelajaran menulis teks anekdot membuat peserta didik lebih mudah<br>memahami materi pelajaran menulis teks anekdot. Hasil tes diperoleh nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 60 dengan rata-<br>rata 76,78. Nilai rata-rata tersebut sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).<br>Kata Kunci: Model Kepala Bernomor, Menulis Anekdot.</p> <p><br>ABSTRAC<br>This research is motivated by students who do not really understand the ins and outs of anecdotal texts, so it is<br>necessary to introduce and deepen the material about anecdotes. Students still feel that their written anecdotal text is not<br>funny or does not invite an element of humor. The formulation of the problem is how to apply the numbered head model in<br>learning to write anecdotal texts in class X students of SMK Cut Nya Dien Semarang in the 2019/2020 school year? The<br>purpose of this study is to describe the application of the numbered head model in learning to write anecdotal texts in<br>class X students of SMK Cut Nya Dien Semarang in the 2019/2020 school year and describe the results of applying the<br>numbered head model in learning to write anecdotal texts in class X SMK Cut Nya Dien Semarang. 2019/2020 lessons.<br>The approach used is descriptive qualitative. Based on the results of research conducted on class X students at SMK Cut<br>Nya 'Dien Semarang for the 2019/2020 academic year, it can be concluded that the numbered head model can be applied<br>in learning to write anecdotal texts. The numbered head model that is applied in learning to write anecdotal texts makes it<br>easier for students to understand the subject matter of writing anecdotal texts. The test results obtained the highest score<br>of 90 and the lowest score of 60 with an average of 76.78. The average value has met the Minimum Completeness Criteria<br>(KKM).<br>Keywords: Head Model Numbered, Writing Anecdotes.</p> Drajat Aji Sadewo Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2043 Wed, 27 Oct 2021 00:00:00 +0000 PENERAPAN MEDIA WAYANG GOLEK KARDUS DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BIOGRAFI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMK N 5 KENDAL TAHUN PELAJARAN 2019/2020 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2044 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan keterampilan menulis teks biografi oleh peserta didik.<br>Berdasarkan hasil prapenelitian, peserta didik masih menghadapi kendala khususnya dalam menuangkan kreatifitas,<br>pengetahuan, dan ide dalam menulis teks biografi. Dengan kondisi tersebut, perlu diupayakan suatu alternatif media<br>pembelajaran tertentu untuk membantu siswa mengoptimalkan keterampilan menulis teks biografi.<br>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan media wayang golek kardus dalam<br>pembelajaran menulis teks biografi pada peserta didik kelas X SMK N 5 Kendal? Penelitian ini bertujuan untuk<br>mendeskripsikan penerapan media wayang golek kardus dalam pembelajaran menulis teks biografi pada peserta didik<br>kelas X SMK N 5 Kendal.<br>Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang<br>digunakan adalah teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik tes. Teknik observasi digunakan dalam penelitian ini<br>untuk memperoleh data terkait penerapan media wayang golek kardus dalam pembelajaran teks biografi. Teknik<br>wawancara dengan sumber yaitu pendidik/guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengampu kelas X SMK Negeri 5<br>Kendal dilaksanakan untuk mengetahui beberapa aspek dalam penerapan media wayang golek kardus, sedangkan teknik<br>tes digunakan untuk memperoleh data yang berasal dari kegiatan menulis teks biografi peserta didik kelas X SMK Negeri<br>5 Kendal. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif. Penyajian data<br>berupa analisis dan deskripsi tentang penerapan media wayang golek kardus dalam pembelajaran menulis teks biografi<br>pada peserta didik kelas X SMK N 5 Kendal.<br>Hasil penerapan dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, penerapan media wayang golek<br>kardus dilakukan pada peserta didik kelas X RPL satu SMK Negeri 5 Kendal sebagai media pembelajaran dalam menulis<br>teks biografi. Media wayang golek kardus diterapkan dalam pembelajaran menulis teks biografi dapat dijadikan subjek<br>untuk bahan menulis teks biografi. Selain itu untuk menambah kreatifitas peserta didik sehingga kemampuan peserta<br>didik dan nilai kriteria ketuntasan bisa mencapai (KKM). Untuk mengetahui kemapuan peserta didik perlu adanya<br>kriteria penskoran. Kriteria skor mulai dari sangat baik, baik, cukup, dan kurang Hal tersebut maka akan menunjukkan<br>kriteria rata-rata perolehan nilai peserta didik dari perolehan menulis teks biografi.<br>Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran kepada pendidik yaitu perlu adanya alternatif media yang<br>inovatif dalam pembelajaran menulis teks biografi agar kreativitas peserta didik lebih optimal. Saran bagi peserta didik,<br>agar lebih optimal dan kreatif dalam menulis teks biografi dengan memperhatikan struktur, kaidah kebahasaan, dan<br>kesesuaian isi, baik menggunakan media wayang golek kardus maupun media lainnya. Penelitian ini disarankan untuk<br>dijadikan referensi penelitian dalam bidang pembelajaran khususnya terkait media pembelajaran.<br>Kata Kunci: Media Wayang Golek Kerdus, Pembelajaran Menulis Teks Biografi.</p> Amelia Andina Sari Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2044 Wed, 27 Oct 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS KONFLIK BATIN ANTARTOKOH DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S CHUDORI SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN NOVEL BAGI PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2045 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang materi pembelajaran novel. Mengenai berbagai konflik<br>permasalahan yang muncul dalam novel yang hendak diajarkan kepada peserta didik kelas XII di SMA.<br>Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini merupakan analisis konflik yang muncul<br>dalam novel. Data diperoleh dengan cara teknik dokumenter dan teknik kepustakaan. Data dianalisis dengan cara (1)<br>mencari nama-nama tokoh yang ada di dalam novel. (2) Mencari permasahan yang muncul lalu. (3) Menggelompokkan<br>berbagai masalah dalam faktor-faktor yang memicu munculnya konflik. (4) Menganalisis konflik yang muncul dalam<br>novel. Hasil penelitian ini adalah, konflik batin antar tokoh dalam novel Laut Bercerita karya Leila S Chudori terdapat<br>empat faktor konflik yang muncul. Konflik yang dominan muncul ialah konflik kehilangan dan ketidakberdayaan.<br>Konflik agresi berjumlah 3 konflik, konflik kehilangan berjumlah 8 konflik, konflik kepribadian berjumlah 7 konflik, dan<br>konflik ketidakberdayaan berjumlah 8 konflik.&nbsp;</p> Azza Nurfadlila Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2045 Wed, 27 Oct 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS NILAI MORAL DALAM KUMPULAN CERPEN RUMAH BAMBU KARYA Y.B. MANGUNWIJAYA DAN ALTERNATIFNYA SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2046 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang maksimalnya bahan ajar dalam kegiatan pembelajaran, khususnya<br>pembelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian, pendidik dituntut untuk mencari bahan ajar yang sesuai dengan<br>tujuan pembelajaran untuk diajarkan kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan nilai moral<br>yang terdapat dalam kumpulan cerpen Rumah Bambu karya Y.B. Mangunwijaya dan (2) mendeskripsikan peran nilai<br>moral dalam kumpulan cerpen Rumah Bambu karya Y.B. Mangunwijaya sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA.<br>Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif berupa paragraf<br>kumcer Rumah Bambu karya Y.B. Mangunwijaya yang mengandung nilai moral. Pendekatan yang digunakan adalah<br>pendekatan sosiologi sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik studi pustaka. Adapun teknik<br>penyajian data menggunakan analisis kualitatif. Dari analisis akhir ditemukan wujud nilai moral dalam kumpulan cerpen<br>Rumah Bambu karya Y.B. Mangunwijaya yaitu bersyukur kepada Tuhan, berdoa, mandiri, berani, kejujuran, menjadi diri<br>sendiri, harga diri, bijaksana, penguasaan diri, disiplin, sikap hormat, dan rasa kemanusiaan. Selanjutnya terdapat peran<br>nilai moral dalam kumcer Rumah Bambu karya Y.B. Mangunwijaya yang dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar<br>sastra di SMA pada kurikulum 2013.&nbsp;</p> Desy Puspita Widayanti Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2046 Wed, 27 Oct 2021 00:00:00 +0000 GAYA BAHASA PADA NOVEL DUNIA SUNYI KARYA ACHI TM SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SASTRA DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2047 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran gaya bahasa di sekolah perlu adanya analisis gaya bahasa pada<br>novel agar peserta didik mempelajari dan mampu menguasai gaya bahasa lain. Metode penelitian yang digunakan dalam<br>penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Data dan sumber data yang digunakan adalah kutipan dan<br>dialog yang mengandung gaya bahasa pada novel Dunia Sunyi karya Achi TM. Teknik pengumpulan data yang<br>digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dan dokumen. Teknik analisis data dilakukan dengan langkah-<br>langkah dari mencari, mempertegas, mengklasifikasi, mencatat, menganalisis, dan menyimpulkan hasil analisis agar<br>dapat digunakan sebagai alternatif bahan ajar sastra di SMA. Hasil penelitian: 1) ditemukan adanya 24 jenis gaya bahasa<br>dalam novel Dunia Sunyi karya Achi TM dengan 77 data, 2) Gaya bahasa yang dominan ditemukan berupa personifikasi,<br>hiperbol, dan asonansi serta 3) Gaya bahasa dalam novel Dunia Sunyi karya Achi TM sesuai dengan KD 3.9 kurikulum<br>2013 pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII semester gasal.&nbsp;</p> Dhea Alivia Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2047 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 KECEMASAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL SEWU DINO KARYA SIMPLEMAN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PEMBELAJARAN NOVEL DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2048 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi pada buku berupa novel Sewu Dino karya Simpleman merupakan sebuah karya<br>sastra yang diciptakan tidak jauh berbeda dengan kehidupan manusia. Dalam karya sastra, manusia dengan segala<br>permasalahan hidupnya menjadi objek penciptaan suatu karya sastra. Permasalahan yang terjadi berkaitan dengan<br>kecemasan dan ditunjukkan melalui perilaku yang digambarkan tokoh dalam novel Sewu Dino. Rumusan masalah<br>dalam penelitian ini bagaimanakah wujud kecemasan yang dialami tokoh utama dalam novel Sewu Dino karya<br>Simpleman? dan bagaimana novel Sewu Dino sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran novel di SMA? Adapun<br>tujuan penelitian ini untuk menganalisis wujud kecemasan yang dialami tokoh utama dalam novel Sewu Dino karya<br>Simpleman dan mendeskripsikan novel Sewu Dino karya Simpleman sebagai alternatif bahan ajar dalam pembelajaran<br>novel di SMA.<br>Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Dari analisis akhir yang<br>dilakukan berdasarkan penelitian pada novel Sewu Dino karya Simpleman ditemukan kecemasan yang dialami oleh<br>tokoh utama. Terdapat tiga kecemasan yang dialami tokoh utama yaitu kecemasan objektif, kecemasan neurotik dan<br>kecemasan moral. Kecemasan yang paling dominan dialami oleh tokoh utama adalah kecemasan objektif, dimana tokoh<br>utama sering mengalami perasaan cemas akibat ancaman bahaya dari luar. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan<br>sebagai alternatif bahan ajar pada pembelajaran novel di SMA.</p> Elin Suryanah Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2048 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 DIMENSI RELIGIUSITAS DALAM KUMPULAN PUISI MOZAIK JINGGA KARYA ASROFAH SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN PUISI DI SMP https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2049 <p>Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dimensi religiusitas dalam kumpulan puisi Mozaik Jingga karya Asrofah<br>dan sebagai alternatif pembelajaran puisi di SMP. Alternatif pembelajaran puisi ini salah satu siasat pembelajaran<br>menulis puisi agar dapat mempermudah peserta didik dalam memahami bentuk dan makna puisi yang dipelajari.<br>Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dan penelitian ini menggunakan<br>pendekatan strukturalisme. Metode ini bertujuan untuk memberikan gambaran penyajian data berdasarkan fakta secara<br>objektif sesuai dengan data yang terdapat pada kumpulan puisi Mozaik Jingga yang berjudul Petunjuk, Ikhlas, dan<br>Mengenang Arafah. Penelitian ini dapat dilaksanakan dalam pembelajaran sastra di SMP kelas VIII dengan kompetensi<br>dasar 3.8, yaitu menelaah unsur-unsur pembangun teks puisi (perjuangan, lingkungan hidup, kondisi sosial, dan lain-<br>lain) yang diperdengarkan atau dibaca. Hasil kajian ini terdapat dimensi religiusitas 1) emosi keagamaan atau getaran<br>jiwa yang menyebabkan manusia menjalankan kelakuan keagamaan yaitu terdapat pada puisi yang berjudul Petunjuk, 2)<br>sistem kepercayaan atau bayangan-bayangan manusia tentang bentuk dunia, alam, alam gaib, hidup, dan maut terdapat<br>dalam puisi yang berjudul Ikhlas, 3) sistem upacara keagamaan yang berhubungan dengan dunia gaib berdasarkan sistem<br>kepercayaan tersebut terdapat pada puisi yang berjudul Mengenang Arafah.&nbsp;</p> Ersa Ramadyaningrum Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2049 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS GAYA BAHASA KIASAN DALAM NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2050 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi karena novel memiliki peminat yang banyak dan dalam penulisan nnovel untuk<br>memberikan kesan menarik dan ciri khas setiap penulis menggunakan gaya bahasa. Agar pembaca memahami isi<br>novel dan makna yang terkandung dalam novel maka perlu dilakukan analisis gaya bahasa kiasan yang terdapat pada<br>novel Orang-orang Biasa.Rumusan masalah ini adalah gaya bahasa kiasan apa yang saja terdapat dalam novel Orang-<br>orang Biasa beserta makna dan fungsinya. Penenlitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa kiasan yang<br>digunakan oleh pengarang beserta makna dan fungsinya. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif dengan<br>pendekatan kualitatif. Dengan menggunakan teknik pengambilan data yaitu dengan studi pustaka. Setelah dilakukan<br>analisis diperoleh 60 data berupa kalimat yang mengandung gaya bahasa kiasan yang terdiri dari delapan jenis gaya<br>bahasa kiasan yaitu gaya bahasa metafora, personifikasi, alegori, simile, eponim, sinekdoke, ironi, dan sinisme. Gaya<br>bahasa kiasan yang dominan yaitu gaya bahasa personifikasi. Dan terdapat lima fungsi gaya bahasa yang digunakan oleh<br>Andrea Hirata meliputi fungsi emotif, fungsi keindahan, fungsi penekanan makna, fungsi menghadirkan imajinasi, dan<br>fungsi menyampaikan maksud tertentu. Terdapat dua makna yaitu makna gramatikal dan makna kias.</p> Fahmadin Ahmad Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2050 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 ASPEK KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL PADANG BULAN KARYA ANDREA HIRATA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2051 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi kepribadian tokoh utama bernama Enong. Enong merupakan gadis kecil berusia 14<br>tahun yang memiliki kepribadian mandiri dan peduli terhadap dunia pendidikan. Hal ini dibuktikan dari semangatnya<br>Enong yang tak lupa selalu belajar dan ingin meraih cita-citanya sebagai guru bahasa Inggris. Akan tetapi, suatu kejadian<br>yang dialami keluarganya mengharuskan Enong berhenti sekolah. Enong merelakan pendidikannya demi menjadi<br>seorang pendulang timah, mengambil alih peran ayahnya menjadi tulang punggung keluarga bagi ibu dan adik-adiknya<br>setelah sang ayah meninggal dunia.<br>Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk<br>mendeskripsikan dan menganalisis secara sistematis dan faktual. Dari hasil pengumpulan data yang diperoleh<br>menggunakan data tertulis yang berupa kata-kata, kalimat atau paragraf berbentuk narasi atau dialog. Teknik analisis<br>data menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud karena melalui teori ini, peneliti akan mengungkapkan<br>kepribadian tokoh utama pada novel Padang Bulan karya Andrea Hirata dengan menganalisis mengenai aspek<br>kepribadian yang dialami tokoh utama di tataran id, ego,dan superego.<br>Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1) Struktur kepribadian tokoh utama terdiri dari Id, Ego, dan Superego.<br>Id mempengaruhi ketekunan tokoh utama untuk menggapai citacitanya sebagai guru bahasa Inggris. Ego meredakan<br>kecemasan-kecemasan pada diri tokoh utama, dan Superego mengendalikan sikap-sikap tokoh utama. (2) Dinamika<br>kepribadian tokoh utama dipengaruhi oleh naluri, distribusi dan pemakaian energy, dan kecemasan meliputi: realistik,<br>neurotik, dan moral. (3) Kepribadian tokoh utama berdasarkan pengaruh Id, Ego, dan Superego yaitu cerdas.</p> Habibah Dwi Fitriyani Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2051 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA SURAT DINAS KANTOR DESA KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2052 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam penulisan surat dinas di kantor Desa<br>Cranggang Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam<br>penelitian ini berupa kata atau penulisan yang tidak sesuai dengan kaidah pedoman umun ejaan bahasa Indonesia.<br>Pengumpulan data menggunakan dokumentasi karena surat dinas kantor desa Cranggang Kecamatan Dawe Kabupaten<br>Kudus termasuk dalam dokumentasi berbentuk tulisan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis<br>kualitatif. Teknik penyajian hasil analisis data dilakukan dengan cara teknik informal, yaitu sebuah teknik perumusan<br>dengan menggunakan kata-kata.<br>Hasil identifikasi data kesalahan berbahasa Indonesia pada Surat Dinas pada Kantor Desa Cranggang Kecamatan<br>Dawe Kabupaten Kudus menunjukkan bahwa terdapat kesalahan meliputi kesalahan ejaan dan struktur kalimat. 1)<br>Kesalahan ejaan meliputi ketidaktepatan pemakaian huruf kapital, pemakaian huruf miring, pemakaian huruf tebal,<br>penulisan kata depan, penulisan singkatan dan akronim, penulisan gabungan kata, pemakaian tanda titik, pemakaian<br>tanda koma, pemakaian tanda titik koma, pemakaian tanda pisah,dan pemakaian tanda hubung; 2) Kesalahan struktur<br>kalimat dalam penulisan surat dinas Kantor Desa Cranggang meliputi kalimat tanpa subjek, kalimat tanpa subjek dan<br>predikat, kalimat tanpa predikat, kalimat yang hanya terdiri dari keterangan, dan kalimat yang terdiri dari predikat dan<br>keterangan.&nbsp;</p> Himawarda Fatchiyah Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2052 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM NOVEL A CUP OF TEA KARYA GITA SAVITRI DEVI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2053 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa di dalam novel, pengarang mengungkapkan kriteria macam – macam nilai<br>sosial. Melalui karya sastra yang di dalamnya terdapat nilai sosial, pembaca dapat memperoleh manfaatnya untuk<br>menerapkan hidup yang berpatokan pada lingkungan sosial. Setidaknya dalam nilai sosial dalam karya sastra membawa<br>pengaruh yang baik bagi pembaca meskipun pengaruh tersebut hanya sedikit tetapi dapat mengubah pikiran dan perilaku<br>moral manusia sedikit lebih baik karena di dalam karya sastra tersebut mengandung nilai sosial yang dapat dijadikan<br>alternatif bahan ajar SMA.<br>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Analisis Nilai Sosial dalam Novel a Cup of Tea karya<br>Gita Savitri Devi ?.Bagaimana Analisis Nilai Sosial dalam Novel a Cup of Tea karya Gita Savitri Devi Sebagai Alternatif<br>Bahan Ajar SMA ?. Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Analisis Nilai Sosial dalam Novel a Cup of Tea<br>karya Gita Savitri Devi dan Analisis Nilai Sosial dalam Novel a Cup of Tea karya Gita Savitri Devi Sebagai Alternatif<br>Bahan Ajar SMA.<br>Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah novel<br>dan kutipan yang terdapat pada novel a Cup of Tea karya Gita Savitri Devi. Data diperoleh dengan menggunakan teknik<br>baca dan catat. Teknik baca untuk membaca novel secara cermat dan teliti, dan teknik catat untuk menganalisis novel a<br>Cup of Tea karya Gita Savitri Devi.<br>Hasil penelitian dari nilai sosial dalam kutipan dan dialog novel a Cup of Tea karya Gita Savitri Devi<br>menunjukkan bahwa wujud nilai sosial yang paling banyak ditemukan dalam novel yaitu contoh macam nilai sosial<br>moral, sedangkan macam nilai sosial yang paling sedikit ditemukan adalah contoh macam nilai sosial hukum.</p> <p>&nbsp;</p> Kamalia Nurhana Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2053 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 NILAI MORAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL JIKA KITA TAK PERNAH JADI APA APA KARYA ALVI SYAHRIN SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN MENGANALISIS CERITA FIKSI DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2140 <p>Oenelitian ini ......</p> Khoirotul Sholehah Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2140 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI CATATAN HITAM KARYA RISA SARASWATI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PUISI DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2054 <p>Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsi gaya bahasa dalam kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa<br>Saraswati, mendeskripsi kelayakan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa Saraswati sebagai<br>alternatif bahan ajar puisi di SMA dan mendeskripsi pembelajaran puisi di SMA menggunakan gaya bahasa dalam<br>kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa Saraswati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif.<br>Sumber data dalam penelitian ini adalah puisi-puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa<br>Saraswati. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata, frasa dan kalimat pada larik-larik puisi yang<br>mengindikasikan gaya bahasa dalam kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa Saraswati. Teknik pengumpulan data<br>menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 15 puisi yang diteliti dalam<br>kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa Saraswati diperoleh temuan 127 data gaya bahasa dengan jenis gaya bahasa<br>sebanyak 30 jenis gaya bahasa dengan gaya bahasa yang sering muncul atau mendominasi adalah gaya bahasa<br>personifikasi. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai alternatif bahan ajar puisi di SMA karena puisi dalam<br>kumpulan puisi Catatan Hitam karya Risa Saraswati banyak terdapat penggunaaan gaya bahasa. Tepatnya digunakan<br>sebagai bahan ajar kelas X semester 2 materi gaya bahasa, kurikulum 2013 pada KD 3.17 yaitu menganalisis unsur<br>pembangun puisi.&nbsp;</p> Lisa Dwi Rahmawati Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2054 Thu, 28 Oct 2021 00:00:00 +0000 PESAN MORAL DALAM NOVEL RANTAU 1 MUARA KARYAA. FUADI SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA PROSA FIKSI KELAS XII DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2088 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan pesan moral yang terdapat dalam novel Rantau 1 Muara<br>karya A. Fuadi, (2) mendeskripsikan pesan moral dalam novel Rantau 1 Muara karya A. Fuadi sebagai bahan ajar<br>pembelajaran apresiasi sastra prosa fiksi kelas XII di SMA. Penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik<br>pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) pesan moral yang<br>ditemukan dalam novel Rantau 1 Muara ada 15 wujud pesan moral, dibagi menjadi tiga jenis pesan moral yakni<br>hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan diri sendiri, dan hubungan manusia dengan manusia lain.<br>Unsur cerita yang digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan moral ada dua yakni ajaran tokoh dan perilaku tokoh<br>dalam menghadapi masalah. Teknik penyampaian pesan moral yang digunakan ada dua jenis yakni teknik penyampaian<br>langsung melalui tokoh dan uraian pengarang, serta teknik penyampaian tidak langsung melalui konfilk dan peristiwa<br>yang dialami tokoh, (2) kesesuaian pesan moral dalam novel Rantau 1 Muara sebagai bahan ajar pembelajaran apresiasi<br>sastra prosa fiksi kelas XII di SMA terletak pada aspek bahasa, psikologi, dan latar belakang budaya. Ketiga aspek<br>tersebut mendukung novel Rantau 1 Muara disesuaikan sebagai bahan ajar pembelajaran apresiasi sastra prosa fiksi kelas<br>XII di SMA, karena terdapat dalam Kompetensi Dasar 3.8 Menafsirkan pandangan pengarang terhadap kehidupan dalam<br>novel.&nbsp;</p> Maritsa Kamilatun Nafis Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2088 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 CITRA PEREMPUAN DALAM NOVEL NAMAKU HIROKO KARYA NH. DINI SEBAGAI BAHAN AJAR SASTRA DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2089 <p>Novel yang mengisahkan tentang perempuan dan mengarahkan fokus permasalahan pada masalah isu feminisme,<br>sorotan tokoh perempuan terhadap prasangka gender, serta bagaimana tokoh perempuan ideal dalam kehidupan dapat<br>menjadi pertimbangan pilihan bahan ajar seperti salah satu karya Nh. Dini yang berjudul Namaku Hiroko. Metode yang<br>digunakan penelitian yaitu kualitatif dengan pendekatan struktural dan kajian feminisme. Pengumpulan data<br>menggunakan metode baca catat dan studi pustaka. Data dalam penelitian ini adalah data tekstual yang berupa bagianbagian atau penggalan-penggalan novel yang menggambarkan citra diri dan citra sosial perempuan dalam Novel<br>Namaku Hiroko karya Nh. Dini. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis dalam Novel Namaku Hiroko<br>karya Nh. Dini adalah teknik analisis kualitatif deskriptif. Hasil kajian terhadap novel Namaku Hiroko karya Nh. Dini ini ditemukan bahwa citra diri novel Namaku Hiroko dilihat dari aspek fisik para tokoh digambarkan para tokoh perempuan yang khas Jepang, dominan para tokoh aspek fisik<br>perempuan dewasa, fisik perempuan muda, ibu, dan istri pada umunya. Citra diri perempuan dari aspek psikis tokoh<br>Hiroko dalam novel Namaku Hiroko lebih cenderung digambarkan gambaran perempuan yang jatuh cinta kepada lelaki,<br>perempuan yang mementingkan diri sendiri, dan perempuan yang saling menolak patriarki. Citra sosial aspek keluarga<br>dicitrakan peran perempuan sebagai anggota keluarga yang memiliki kasih sayang dan tanggung jawab. Citra sosial<br>perempuan aspek masyarakat berupa peranan perempuan yang bersosialisasi di masyarakat di kota Kobe dan pergaulan<br>dengan lingkungan pekerjaan perempuan peran dalam keadaan sosial. Berdasarkan aspek bahasa, psikologi, dan latar<br>belakang budaya siswa, novel Namaku Hiroko karya Nh. Dini yang telah dianalisis terkait citra diri dan citra sosial<br>perempuan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran sastra di SMA.</p> Meka Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2089 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 NILAI MORAL DALAM CERITA RAKYAT SANGKURIANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2090 <p>Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana wujud nilai moral dalam cerita rakyat Sangkuriang. Tujuan<br>penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam cerita rakyat Sangkuriang. Metode yang<br>digunakan pada penelitian ini deskriptif kualitatif dan kepustakaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah cerita rakyat Sangkuriang yang diceritakan kembali oleh Ahmad Filyan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya empat nilai moral yang ada dalam cerita rakyat Sangkuriang yaitu konsisten, kejujuran, tidak berbuat curang, dan kesombongan.</p> Melysa Rystyana Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2090 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS NILAI MORAL KUMPULAN CERPEN TANGAN UNTUK UTIK KARYA BAMBY CAHYADI SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN CERPEN DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2125 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi, buku kumpulan cerpen Tangan Untuk Utik karya Bamby Cahyadi terdapat<br>gagasan dalam ceritanya yang selalu mengejutkan dan terdapat hal-hal yang mengejutkan di akhir cerita sering terasa<br>seperti tidak sengaja.Pemilihan bahan ajar cerpen tentunya harus melalui beberapa tahap berdasarkan aspek kesesuaian<br>nilai moral dan aspek kesesuaian isi sebagai bahan pembelajaran teks cerpen. Dari analisis akhir yang dilakukan<br>ditemukan nilai moral dari 3 judul cerpen yaitu “Tangan Untuk Utik”, “Tuhan Jangan Rusak Televisi Ibuku”, dan<br>“Hadiah Untuk Ibu” terdapat nilai moral antara lain nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan, nilai moral hubungan<br>manusia dengan lingkungan sosial, dan nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri. Hasil penelitian tersebut juga<br>dapat dijadikan alternatif bahan ajar untuk materi nilai moral yang terdapat dalam kurikulum 2013 terdapat pada<br>Kompetensi Dasar 3.8 Mengidentifikasi nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam kumpulan cerita pendek yang<br>dibaca. Saran yang dapat penulis sampaikan adalah bahwa guru-guru perlu memilih alternatif bahan ajar yang tepat<br>untuk diterapkan dalam pembelajaran cerpen di SMA agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.</p> Nuke Ayu Ferdiana Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2125 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 BENTUK DAN FUNGSI REFERENSI PERSONAL PADA TEKS DRAMA KARANGAN PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 2 PATI TAHUN AJARAN 2019/2020 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2126 <p><br>Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bentuk dan fungsi referensi personal apa saja yang terdapat pada teks<br>drama karangan peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Pati tahun ajaran 2019/2020? Adapun tujuan penelitian ini untuk<br>mendeskripsikan bentuk dan fungsi referensi personal yang terdapat pada teks drama karangan peserta didik kelas XI<br>SMA Negeri 2 Pati tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data dalam penelitian ini<br>adalah kalimat-kalimat pada teks drama karangan peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Pati yang didalamnya terdapat<br>bentuk dan fungsi referensi personal. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik<br>catat. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pati yang terdiri dari 360 peserta didik<br>sedangkan, sampel dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas XI IPS 3 yang berjumlah 36 peserta didik.<br>Teknik sampling yang digunakan yaitu 10% dari jumlah keseluruhan peserta didik yang berjumlah 36 peserta didik.<br>Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukan bentuk dan fungsi referensi personal pada teks drama karangan peserta didik<br>kelas XI SMA Negeri 2 Pati meliputi referensi pronomina persona kata ganti orang pertama, pronomina persona kata<br>ganti orang kedua, dan pronomina persona kata ganti orang ketiga yang masing-masing memiliki fungsi tunggal dan<br>jamak. Saran yang dapat disampaikan adalah guru mengenalkan referensi personal kepada peserta didik agar peserta<br>didik lebih paham dan dapat diterapkan dalam karangan teks drama yang mereka buat.&nbsp;</p> Nur Azizah Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2126 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI WAKTU INDONESIA BAGIAN BERCERITA KARYA SETIA NAKA ANDRIAN SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR PUISI DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2127 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam Kumpulan Puisi Waktu<br>Indonesia Bagian Bercerita karya Setia Naka Andrian, serta mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam<br>kumpulan puisi Waktu Indonesia Bagian Bercerita karya Setia Naka Andrian sebagai alternatif bahan ajar di SMA.<br>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa<br>kata, frasa, dan kalimat yang mengindikasi adanya gaya bahasa dalam kumpulan puisi Waktu Indonesia Bagian<br>Bercerita.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi yaitu dengan cara<br>membaca dan memahami puisi yang terdapat dalam kumpulan puisi Waktu Indonesia Bagian Bercerita serta mencatat<br>gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan puisi tersebut. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis isi yaitu<br>data-data yang sudah ditemukan dengan mengkaji isi teks kumpulan puisi Waktu Indonesia Bagian Bercerita karya Setia<br>Naka Andrian secara teliti.<br>Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat 20 gaya bahasa dalam kumpulan puisi Waktu Indonesia Bagian<br>Bercerita karya Setia Naka Andrian, dengan gaya bahasa yang sering muncul adalah gaya bahasa aliterasi dan anafora. 2)<br>Gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan puisi Waktu Indonesia Bagian Bercerita karya Setia Naka Andrian dapat<br>digunakan sebagai alternatif bahan ajar menulis puisi dengan memerhatikan unsur pembangunnya karena banyak<br>terdapat rima/rama, tema/makna, tujuan, rasa, dan nada dalam puisi. Puisi ini juga ditulis secara menarik sehingga dapat<br>merangsang rasa ingin tahu peserta didik untuk mengkajinya.</p> Nurul iva ronita Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2127 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS NILAI MORAL PADA NOVEL ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH KARYA WIWID PRASETYO SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2128 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi peserta didik ya ng kurang mengerti akan nilai moral yang harus ditanamkan<br>dalam kehidupan. Dalam penyampaian nilai moral akan lebih menarik jika menggunakan bacaan novel dalam<br>menyampaikannya. Maka dalam penelitian ini, peneliti mencari kutipan dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah<br>yang mengandung nilai moral yang nantinya akan dijadikan bahan alternatif bahan ajar di SMA. Rumusan masalah<br>dalam penelitian ini adalah bagaimanakah unsur intrinsik novel Orang Miskin Dilarang Sekolah Karya Wiwid Prasetyo?,<br>bagaimanakah nilai moral yang tergambar dalam novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo?,<br>bagaimanakah novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo sesuai sebagai alternatif bahan ajar di SMA?<br>Adapun tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, nilai moral Novel Guru Aini karya Andrea Hirata<br>sebagai bahan ajar dalam pembelajaran sastra di SMA. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi<br>kepustakaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif diskriptif. Teknik<br>pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengumpulan data dokumentasi yaitu dengan teknik baca dan catat.<br>Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif. Dan teknik penyajian hasil analisis data yang digunakan<br>adalah berupa Penyajian hasil analisis data dilakukan dengan metode informal, yaitu penyajian hasil analisis data dengan<br>menggunakan kata-kata biasa. Hasil dari penelitian ini difokuskan pada nilai moral dalam novel Orang Miskin Dilarang<br>Sekolah karya Wiwid Prasetyo yang meliputi: (1) hubungan manusia dengan Tuhan, (2) hubungan manusia dengan<br>manusia, (3) hubungan manusia dengan dirinya sendiri, dan (4) hubungan manusia dengan alam sekitar. Selain itu, fokus<br>penelitian ini adalah kesesuaian novel tersebut sebagai alternatif bahan ajar di SMA. Sumber data penelitian ini adalah<br>novel Orang Miskin Dilarang Sekolah karya Wiwid Prasetyo yang diterbitkan oleh Diva Press tahun 2009. Data<br>dikumpulkan menggunakan metode observasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis isi<br>(content analysis) dan hasilnya dipaparkan menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan:<br>(1) unsur intrinsik novel Orang Miskin Dilarang Sekolah: (a) tema mayor novel ini perjuangan orang miskin untuk<br>memperoleh pendidikan; (b) tokoh dan penokohan di antaranya adalah Faisal (bijaksana, pemberani dan peduli),<br>Pambudi (berjiwa kepemimpinan), Pepeng (tekun dan bekerja keras), dan lainnya; (c) latar novel terdiri dari latar tempat<br>(di Semarang, yang meliputi: SD Kartini, Gedong Sapi, dll.), latar waktu (era reformasi tahun 1998), dan latar sosial yang<br>menunjukkan adat istiadat, kepercayaan, bahasa, kebiasaan, dan pandangan hidup masyarakat Jawa; (d) alur (alur maju);<br>(e) sudut pandang (campuran antara teknik orang pertama dan teknik orang ketiga mahatahu). (2) Nilai moral dalam<br>novel Orang Miskin Dilarang Sekolah di antaranya adalah (a) jujur, (b) pekerja keras, (c) disiplin, (d) mandiri, (e)<br>tanggung jawab, (f) prinsip, (g) optimis, (h) peduli, (i)Nasehat orangtua ke anak, (j)saling membantu, (k) bersahabat, (l)<br>sopan, (m) shalat, (n) berdoa, dan (o) beriman. (3) Alternatif Bahan Ajar novel Orang Miskin Dilarang Sekolah di SMA,<br>diajarkan sebagai Bahan ajar peneliti juga menyusun bahan ajar yang berbentuk LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik)<br>untuk mencapapai tujuan pembelajaran dengan memanfaatkan nilai moral yang telah ditemukan.</p> Ovita Rendy Egiyani Putri Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2128 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 ANALISIS SEMANTIK KATA MAKIAN PADA CERITA PENDEK PELAJARAN MENGARANG KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2129 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kata makian yang terdapat pada cerpen Pelajaran<br>Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma dan untuk mengetahui makna kata makian yang terdapat pada cerpen<br>Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualititatif.<br>Sumber data berasal dari cerpen Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma. Data yang diambil berupa kata<br>makian yang terdapat pada cerpen Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma. Teknik yang digunakan yaitu<br>teknik observasi dengan membaca cerpen Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma secara teliti dan mencatat<br>data yang diperoleh dalam kartu data. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan empat kata makian menggunakan bahasa<br>Indonesia yaiu “anak jadah”, “taik kucing”, “anak setan”, dan “anak sialan”. Bentuk kata makian yang terdapat pada<br>cerpen Pelajaran Mengarang karya Seno Gumira Ajidarma meliputi makian bentuk kata nomina dan makian bentuk kata<br>adjektiva, makian bentuk frasa, serta makian bentuk kalimat berklausa.</p> Pradipta Kasih Juliamin Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2129 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 INDAK TUTUR EKSPRESIF DALAM FILM MILEA: SUARA DARI DILAN https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2130 <p>This study aims to describe how the expressive speech in the movie Milea: Suara dari Dilan , directed by Fajar<br>Bustomi and Pidi Baiq, looks like. The method used in this research is descriptive qualitative research method. The<br>results of this study in the form of expressive speech acts are also found in films that are seen from the players. Film Milea:<br>Suara dari Dilan, directed by Fajar Bustomi and Pidi Baiq, is a film that contains expressive stories and depicts the lives<br>of teenagers. Based on the results of research on the film Milea: Suara dari Dilan director Fajar Bustomi and Pidi Baiq,<br>there are several forms of expressive speech acts including expressive speech acts that describe feelings of happiness,<br>curiosity, fear, joking, sadness, confusion, surprise, anger, concern, and be grateful.&nbsp;</p> Regina Devi Lestari , Eva Ardiana Indrariani, Mukhlis Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2130 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 ALIH KODE DALAM TUTURAN FILM SURAT CINTA UNTUK KARTINI KARYA AZHAR KINOI LUBIS https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2131 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk alih kode dalam tuturan film Surat Cinta Untuk Kartini karya<br>Azhar Kinoi Lubis. Metode dan teknik penyediaan data dilakukan dengan menggunakan teknik simak dan teknik catat.<br>Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik agih dengan lanjutan teknik lesap dan teknik sisih yang<br>terdapat teknik BUL. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian informal. Hasil penelitian<br>diperoleh data alih kode dari berbagai bahasa yakni bahasa Indonesia ke bahasa Jawa, Inggris dan Belanda. Alih kode<br>eksternal yang terdiri dari 2 tuturan dan alih kode internal terdiri dari 11 tuturan.&nbsp;</p> Renny Styawati Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2131 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 NILAI MORAL DALAM NOVEL RUBIAH: JIKA AKU BOLEH MEMILIH KARYA DONA SANG SEBAGAI ALTERNATIF PEMBELAJARAN NOVEL DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2132 <p>Novel merupakan sebuah karya sastra fiksi yang didalamnya menggambarkan suatu cerita kehidupan di<br>masyarakat atau dunia imajinatif. Novel sebagai salah contoh yang mampu memberikan hal positif untuk pembacanya.<br>Novel Rubiah: Jika Aku Boleh Memilih karya Dona Sang inilah yang menjadi objek penelitian untuk diteliti dari segi<br>moral. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan nilai moral dalam novel Rubiah: Jika Aku Boleh<br>Memilih karya Dona Sang, (2) mendeskripsikan nilai moral dalam novel Rubiah: Jika Aku Boleh Memilih karya Dona<br>Sang sebagai alternatif pembelajaran novel di SMA. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendektan kualitatif<br>deskriptif. Hasil tersebut dijadikan sebagai alternatif pembelajaran novel di sekolah dalam kurikulum 2013 dalam<br>kompetemsi dasar 3.7 menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan satu buku pengayaan<br>(nonfiksi) yang dibaca.&nbsp;</p> Rifa Wahyuningsih Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2132 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 UNSUR INTRINSIK NOVEL RUMAH TANPA JENDELA KARYA ASMA NADIA SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN NOVEL BAGI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2133 <p>Untuk dapat menikmati isi sebuah novel, maka diperlukan pemahaman mengenai unsur-unsur yang terkandung<br>dalam sebuah novel yang sering disebut unsur intrinsik. Berdasarkan judul “Unsur Intrinsik Novel Rumah Tanpa Jendela<br>Karya Asma Nadia sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Novel bagi Peserta Didik Kelas VII SMP”, menggunakan salah<br>satu novel untuk dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran teks novel. Novel Rumah Tanpa Jendela memiliki unsur<br>intrinsik meliputi tema, alur, karakter tokoh, latar, sudut pandang, dan amanat, yang dapat dijadikan sebagai bahan ajar<br>pembelajaran teks novel bagi peserta didik kelas VII SMP. Pendidik dalam menyampaikan materi harus sesuai dengan<br>bahan ajar, karena itu bahan ajar harus sesuai KI dan KD yang telah ditetapkan sesuai dengan Kurikulum 2013. Materi<br>yang akan diajarkan sesuai dengan KD (3.9) menemukan unsur-unsur dari buku fiksi/nonfiksi yang dibaca, (4.9)<br>membuat peta pikiran /sinopsis tentang isi buku fiksi/nonfiksi yang dibaca.</p> Selma Eka Novita, Suyoto, Ahmad Rifai Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2133 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN TEKS PUISI KARYA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 RANDUDONGKAL TAHUN AJARAN 2019/2020 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2134 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi pada kumpulan teks puisi karya peserta didik kelas X di SMA Negeri 1<br>Randudongkal yang mengandung gaya bahasa dalam karya sastra dengan menghasilkan kata-kata yang memiliki nilai<br>keindahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan teks<br>puisi karya peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Randudongkal tahun ajaran 2019/2020? Adapun tujuan penelitian ini<br>adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang terdapat dalam kumpulan teks puisi karya peserta didik kelas X di SMA<br>Negeri 1 Randudongkal.<br>Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Dari hasil<br>penelitian yang telah dilakukan, penggunaan gaya bahasa pada 8 puisi karya peserta didik terdapat penggunaan gaya<br>bahasa yang ditemukan sebanyak 50 gaya bahasa berdasarkan langsung dan tidaknya makna dalam puisi. Gaya bahasa<br>retoris sebanyak 43, sedangkan gaya bahasa kiasan ditemukan sebanyak 7. Gaya bahasa tersebut didominasi oleh<br>penggunaan gaya bahasa retoris. Gaya bahasa retoris didominasi oleh gaya bahasa asonansi dan erotesis. Hasil penelitian<br>tersebut dapat dijadikan bahan referensi mengenai penggunaan gaya bahasa berdasarkan langsung dan tidaknya makna<br>pada puisi.&nbsp;</p> Septiana Dea Safira Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2134 Sun, 14 Nov 2021 00:00:00 +0000 NILAI PENDIDIKAN KOMIK MAHABARATA KARYA RA. KOSASIH SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR MENGANALISIS CERITA FIKSI DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2135 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peserta didik yang kurang memahami nilai pendidikan yang perlu ditanamkan<br>dalam kehidupan sehari-hari. Dalam penyampaian nilai pendidikan akan lebih menarik jika menggunakan bacaan komik<br>dalam penyampaiannya. Maka peniliti mencari kutipan dalam komik Mahabarata karya R.A. Kosasih yang nantinya<br>akan dijadikan sebagai alternati bahan ajar di SMA. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai laternatif bahan ajar<br>untuk materi menganalisis cerita fiksi yang terdapat dalam kurikulum 2013 pada Kompetensi Dasar 3.11. Saran yang<br>dapat penulis sampaikan adalah guru perlu memilih bahan ajar yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran di SMA.<br><br></p> Siska Wahyu Sagita Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2135 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 GAYA BAHASA DALAM NOVEL KAMI (BUKAN) SARJANA KERTAS KARYA J.S. KHAIREN SEBAGAI BAHAN AJARKELAS XII DI SEKOLAH MENENGAH ATAS https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2136 <p>Gaya Bahasa dalam Novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas Karya J.S. Khairen sebagai Bahan Ajar Kelas XII di<br>Sekolah Menengah Atas. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Pendidikan<br>Pendidikan Bahasa dan Seni. Universitas PGRI Semarang. Dosen Pembimbing I Dr. Asropah, M.Pd., dan Dosen<br>Pembimbing II Dra. H.R. Utami, M.Hum. Maret 2021.<br>Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah analisis gaya bahasa pada novel Kami Bukan Sarjana Kertas<br>Karya JS. Khairen yang kemudian dikaitkan dengan pembelajaran di kelas XII. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk<br>mengetahui wujud gaya bahasa yang terdapat dalam novel, serta implementasi dalam pembelajaran sastra di SMA.<br>Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif data-data yang terkumpul dari hasil mencatat dan mengklasifikasi<br>semua wujud gaya bahasa yang ada dalam novel Kami (Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen dan dijabarkan dengan<br>memberikan analisis dan mengambil simpulan akhir.<br>Dari analisa data, dapat disimpulkan bahwa wujud gaya bahasa serta implikasi terhadap pembelajaran sastra di<br>SMA dapat memperkaya pengetahuan serta menemukan gaya bahasa paling dominan dipakai dalam novel Kami<br>(Bukan) Sarjana Kertas karya J.S Khairen adalah gaya bahasa berdasarkan pilihan kata yang terdiri dari baha sa resmi,<br>tak resmi, dan sederhana. Gaya bahasa berdasarkan nada meliputi gaya sederhana, mulia bertenaga, dan menengah. Gaya<br>bahasa berdasarkan struktur kalimat meliputi pararelisme dan antitesis. Gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya<br>makna meliputi gaya bahasa retoris dan kiasan. Gaya bahasa retoris meliputi asonansi, oksimoron, eufemismus,<br>perifrasis, silepsis dan zeugma, hiperbol dan oksimoron,. Gaya bahasa aliterasi, anastrof, apofasis,apostrof, kiasmus,<br>elipsis, litotes, histeron proteton, pleonasme dan tautologi, prolepsis atau antisipasi, erotesis atau pertanyaan erotis, dan<br>koreksio tidak ditemukan dalam novel. Gaya bahasa kiasan meliputi persamaan atau simile, metafora, alegori dan fabel,<br>personifikasi, alusi, sinekdoke, metonimia, hipalase, sarkasme, dan antifrasis. Sedangkan gaya bahasa paling dominan<br>ditemukan adalah metafora.&nbsp;</p> Sofia Kurnia Sari Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2136 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 UNSUR INTRINSIK DALAM NOVEL GURU AINI KARYA ANDREA HIRATA SEBAGAI BAHAN AJAR PEMBELAJARAN NOVEL PADA PESERTA DIDIK KELAS XII DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2137 <p>Penelitian yang berjudul Unsur Intrinsik dalam Novel Guru Aini Karya Andrea Hirata sebagai Bahan Ajar<br>Pembelajaran Novel pada Peserta Didik Kelas XII di SMA dilatarbelakangi pada buku novel Guru Aini yang<br>mengandung unsur intrinsik novel yang terdiri dari tema, tokoh, alur, latar, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat.<br>Penggunaan bahasa yang mudah dipahami menjadi salah satu alasan karya Andrea Hirata menarik untuk diteliti.<br>Dipilihnya buku novel Guru Aini Karya Andrea Hirata karena di dalamnya mengandung unsur pendidikan sehingga<br>menarik untuk dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran novel. Hal tersebut menarik digunakan pendidik untuk<br>mengajarkan dan memperkenalkan peserta didik mengenai salah satu karya sastra seperti novel. Selain itu penggunaan<br>bahasa yang sederhana, mudah dipahami, alur yang disajikan tidak rumit, mengandung bahasa kiasan, dan dapat<br>memetik pembeljaran dari cerita yang disajikan secara implisit dan eksplisit. Sehingga dapat dipertimbangkan sebagai<br>alternatif bahan ajar pembelajaran novel pada peserta didik kelas XII di SMA. Rumusan masalah dalam penelitian ini<br>adalah bagaimana unsur intrinsik ada dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata? dan bagaimana novel Guru Aini karya<br>Andrea Hirata sebagai bahan ajar pembelajaran novel peserta didik kelas XII di SMA? Adapun tujuan penelitian ini<br>adalah mendeskripsikan unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata dan mendeskripsikan<br>novel Guru Aini karya Andrea Hirata sebagai bahan ajar pembelajaran novel pada peserta didik kelas XII di SMA.<br>Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumen, kepustakaan, dan catat.<br>Penelitian ini menggunakan teknik analisis kualitatif yaitu menganalisis dan mendeskripsikan data dari hasil penelitian.<br>Selain itu tenik analisis data dengan penelitian yang bersifat kualitatif dan hasil analisis dipaparkan secara deskriptif.<br>Analisis akhir berdasarkan hasil penelitian terdapat unsur intrinsik karya sastra yang terdiri atas tema, tokoh, alur, latar,<br>sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat ditemukan dalam novel Guru Aini karya Andrea Hirata, ketujuh unsur tersebut<br>dituliskan dan disampaikan baik berupa paparan situasi, ujaran langsung dan tidak langsung tokoh, tanggapan antar<br>tokoh, sikap masing-masing tokoh, suasana cerita, pandangan pengarang terhadap jalan cerita, amanat cerita secara<br>implisit dan eksplisit yang tersaji di dalamnya. Hasil penelitian unsur intrinsik dalam novel Guru Aini karya Andrea<br>Hirata dapat dijadikan sebagai bahan ajar pembelajaran novel pada peserta didik kelas XII di SMA.</p> Tiara Ika Ramadhanti Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2137 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 NILAI SOSIAL KOMIK SI JUKI THE MOVIE PANITIA HARI AKHIR KARYA FAZA MEONK SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR TEKS FIKSI DI SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2138 <p>Kurangnya daya tarik bahan ajar fiksi yang selama ini selalu didominasi oleh puisi, prosa, dan drama. Sehingga<br>komik ditawarkan sebagai alternatif bahan ajar karena merupakan jenis bahan bacaan yang memiliki substansi ringan<br>dan visual yang menarik. Tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsi nilai sosial komik Si Juki The Movie Panitia Hari<br>Akhir karya Faza Meonk sebagai alternatif bahan ajar teks fiksi di SMA. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam<br>penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang dihasilkan dari penelitian bukan berupa angka,<br>melainkan kata-kata atau gambaran sesuatu. Metode yang digunakan peneliti adalah metode kepustakaan.Teknik<br>pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik studi dokumenter. Berdasarkan hasil penelitian<br>dalam komik tersebut peneliti menemukan kandungan nilai-nilai sosial dalam komik Si Juki The Movie Panitia Hari<br>Akhir karya Faza Menok yang meliputi 1) loves (kasih sayang) yang terdiri dari pengabdian, tolong menolong,<br>kekeluargaan, kesetiaan, dan kepedulian; (2) responsibility (tanggung jawab) yang terdiri atas nilai rasa memiliki,<br>disiplin, dan empati; dan (3) life harmony (keserasian hidup) yang terdiri atas niali keadilan, toleransi, kerjasama, dan<br>demokrasi. Kandungan dalam komik tersebut disimpulkan memenuhi kriteria bahan ajar teks fiksi di SMA.</p> Winda Rahmawati Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2138 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000 GAYA BAHASA KIASAN DALAM NOVEL MERDEKA SEJAK HATI KARYA AHMAD FUADI SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR KELAS XII SMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2139 <p>Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wujud-wujud gaya bahasa kiasan yang terdapat di dalam novel<br>Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.<br>Data yang ada dalam penelitian ini berupa kata-kata atau kalimat yang mengandung gaya bahasa kiasan dalam novel<br>Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik baca dan catat<br>dengan membaca keseluruhan novel dan mencatat wujud-wujud gaya bahasa kiasan yang ada di dalam novel Merdeka<br>Sejak Hati karya Ahmad Fuadi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis dapat disimpulkan bahwa wujud gaya bahasa<br>kiasan yang ada dalam novel Merdeka Sejak Hati karya Ahmad Fuadi meliputi: simile atau persamaan, metafora, alegori,<br>personifikasi, alusi, eponim, epiet, metanomia, sinisme, sarkasme, satire, inuendo, dan pun atau paranomasia. Kata<br><br></p> Yhoga Pratama Copyright (c) 2021 Webinar Jurnalistik 2021 https://conference.upgris.ac.id/index.php/Jurnalistik/article/view/2139 Sat, 13 Nov 2021 00:00:00 +0000