Prototype Alat Pendeteksi Kekeringan Tanaman Jahe Berbasis Sensor Kelembapan Menggunakan Algoritma Hysteresis
Keywords:
Internet of Things, ESP32, Soil Moisture FC-28, Algoritma Hysteresis, Kelembapan Tanah, Tanaman JaheAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototype alat pendeteksi kekeringan tanaman jahe berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor kelembapan tanah dan algoritma Hysteresis. Sistem ini dirancang untuk membantu pengguna memantau kondisi kelembapan tanah secara real-time melalui aplikasi Blynk, sehingga kondisi kekeringan dapat diketahui lebih cepat dan akurat. Sensor Soil Moisture FC-28 digunakan untuk mengukur tingkat kelembapan tanah, sedangkan mikrokontroler ESP32 berfungsi mengolah data hasil pembacaan sensor dan mengirimkannya melalui jaringan Wi-Fi ke aplikasi pemantauan. Algoritma Hysteresis menerapkan nilai ambang bawah ( ) dan ambang atas () untuk mencegah perubahan status yang berulang akibat fluktuasi kecil pada pembacaan sensor, sehingga kinerja sistem menjadi lebih stabil. Ketika nilai kelembapan tanah berada di bawah ambang bawah, sistem secara otomatis mengaktifkan relay, buzzer, dan LED sebagai indikator peringatan. Sebaliknya, ketika nilai kelembapan telah melebihi
ambang atas, indikator peringatan akan dinonaktifkan secara otomatis. Prototype dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang meliputi tahap perencanaan kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, dan pengujian. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh komponen perangkat keras serta platform
pemantauan Blynk berfungsi sesuai dengan rancangan. Penerapan algoritma Hysteresis terbukti mampu meningkatkan stabilitas dan keandalan sistem dalam mendeteksi kondisi kekeringan tanah, sehingga prototype yang dikembangkan dapat menjadi solusi yang efektif untuk pemantauan kelembapan tanah secara real-time serta mendukung pengelolaan irigasi yang lebih baik pada budidaya tanaman jahe.