Science and Engineering National Seminar (SENS) https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens <p>Seminar Nasional Science and Engineering National Seminar </p> Fakultas Teknik dan Informatika Universitas PGRI Semarang en-US Science and Engineering National Seminar (SENS) 2985-3532 PELAKSANAAN STRUKTUR KOLOM DAN TANGGA PADA PROYEK RUMAH SAKIT CITRA ARAFIQ MEDIKA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7922 <p><span class="fontstyle0">Proyek ini membahas pelaksanaan pekerjaan struktur kolom dan tangga pada proyek pembangunan Rumah Sakit Citra Arafiq Medika yang berlokasi di Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Pelaksanaan meliputi pengukuran, pembesian, pemasangan bekisting, serta pengecoran kolom dan tangga sesuai standar konstruksi dan metode kerja di lapangan. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pihak proyek, studi literatur, serta dokumentasi teknis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pekerjaan konstruksi telah mengikuti standar teknis yang berlaku, meskipun masih ditemukan beberapa kendala seperti penggunaan APD yang belum optimal dan penataan material yang kurang tertib. Makalah ini diharapkan dapat memberikan gambaran teknis serta menjadi referensi terkait pelaksanaan pekerjaan struktur pada proyek gedung bertingkat.</span> </p> Ananda Fadya Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 394 396 PEKERJAAN STRUKTUR DINDING COR GWT (GROUND WATER TANK) PEMBANGUNAN GEDUNG PT SHUHAN PACKAGING TECHNOLOGIES INDONESIA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7959 <p>Abstrak <br>Ground Water Tank (GWT) merupakan struktur bawah tanah yang berfungsi sebagai <br>penyedia air bersih dan memiliki peranan vital dalam mendukung operasional bangunan <br>industri. Pada pelaksanaan konstruksi GWT, permasalahan yang sering terjadi adalah <br>kebocoran pada sambungan pengecoran serta penurunan mutu beton akibat pemadatan yang <br>kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan <br>struktur dinding cor GWT pada proyek pembangunan Gedung PT Shuhan Packaging <br>Technologies Indonesia di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, serta mengevaluasi <br>penerapan pengendalian mutu di lapangan. Metode penelitian yang digunakan meliputi <br>observasi langsung terhadap proses konstruksi, wawancara dengan pelaksana dan pengawas <br>proyek, serta studi pustaka terhadap gambar kerja dan spesifikasi teknis. Hasil penelitian <br>menunjukkan bahwa pekerjaan dinding GWT dilaksanakan dengan sistem penulangan double <br>layer, pengecoran beton bertahap dengan pemasangan waterstop pada setiap sambungan, serta <br>penerapan waterproofing membrane torch-on sebagai sistem kedap air. Metode pelaksanaan <br>tersebut terbukti mampu meningkatkan kekuatan struktural dan meminimalkan potensi <br>kebocoran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan metode pelaksanaan yang <br>sesuai dengan RKS dan standar teknis sangat berpengaruh terhadap keberhasilan fungsi <br>struktural dan kedap air dinding GWT, sehingga dapat dijadikan acuan dalam pekerjaan sejenis <br>pada proyek konstruksi lainnya. <br>Kata Kunci: Ground Water Tank, Dinding Cor, beton tulangan, waterproffing.</p> Randika Imandika Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-26 2026-01-26 10 1 367 374 PEKERJAAN STRUKTUR BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM/CBT (COMPUTER BASED TEST) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7927 <p><span class="fontstyle0">Kerja Praktik ini dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium/ COMPUTER BASED TEST Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses kerja konstruksi, khususnya pada pekerjaan struktur balok dan plat lantai. Selama pelaksanaan, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap manajemen proyek, penggunaan bahan dan peralatan, metode pembesian, pemasangan bekisting, serta proses pengecoran beton. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan sangat dipengaruhi oleh pengendalian mutu material, ketepatan metode kerja, serta koordinasi antarpekerja di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengetahuan praktis dan pemahaman teknis yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja konstruksi</span> </p> Fauzan Akmal Al-gofikqi Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 414 416 Metode Pelaksanaan Galian Terowongan dengan Alat Berat pada Proyek Pembangunan Bangunan Pengarah Rukoh (MYC) Lanjutan https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7900 <p>Proyek Pembangunan Bangunan Pengarah Rukoh (MYC) Lanjutan merupakan salah satu bagian penting dari pembangunan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, yang berfungsi mengendalikan aliran Sungai Tiro dan mendukung kelancaran pekerjaan konstruksi utama bendungan. Salah satu pekerjaan krusial dalam proyek ini adalah galian terowongan yang dilaksanakan menggunakan alat berat, mengingat kondisi tanah dan batuan di lokasi yang bervariasi serta membutuhkan metode kerja yang efektif, aman, dan berstandar teknis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan metode pelaksanaan<br>galian terowongan dengan alat berat, mulai dari tahap persiapan, pengukuran, proses penggalian luar dan dalam, hingga pengangkutan hasil galian. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan tenaga ahli, dokumentasi proyek, serta studi literatur. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pelaksanaan galian terowongan dilakukan secara sistematis melalui tahapan pengukuran menggunakan total station, penggalian awal dengan excavator breaker di area berbatu, penggalian lanjutan menggunakan excavator bucket, serta pengangkutan material menggunakan dump truck menuju disposal<br>area. Keseluruhan pekerjaan didukung oleh sistem manajemen K3 yang ketat untuk meminimalkan risiko kecelakaan, mengingat ruang kerja yang terbatas dan potensi keruntuhan tanah. Dengan penerapan metode yang tepat dan pengendalian mutu yang konsisten, pekerjaan galian terowongan dapat dilaksanakan secara lebih aman, efisien, dan sesuai dengan spesifikasi teknis proyek</p> Sukma Raga Wijaya Ikhwanudin Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 300 305 Pelaksanaan Konstruksi Bore Pile dan Pile Cap Gedung Kedokteran Nuklir RSUP Dr. Kariadi Semarang https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7934 <p>Pelaksanaan konstruksi pondasi dalam merupakan salah satu tahapan penting pada pembangunan gedung<br>bertingkat. Pada Proyek Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir RSUP Dr. Kariadi Semarang digunakan sistem<br>pondasi bore pile dan pile cap. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis proses pelaksanaan, kendala lapangan, serta<br>sistem pengendalian mutu dan keselamatan kerja berdasarkan hasil observasi kerja praktik selama tiga bulan. Metode<br>penelitian meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pihak pelaksana proyek, serta studi pustaka terhadap<br>standar pelaksanaan pondasi dalam. Pekerjaan bore pile dilakukan melalui tahapan persiapan, pengeboran,<br>pemasangan tulangan, pengecoran beton, dan pengujian mutu (PDA test). Pekerjaan pile cap meliputi persiapan,<br>pekerjaan urugan pasir, bekisting, penulangan, dan pengecoran. Pengendalian mutu dilakukan oleh kontraktor dan<br>konsultan pengawas melalui uji slump dan uji kuat tekan silinder beton. Hasil pengujian menunjukkan mutu beton K-<br>250 untuk bore pile dan K-300 untuk pile cap sesuai spesifikasi rencana. Kendala yang ditemui antara lain kondisi<br>tanah jenuh air serta cuaca ekstrem. Solusi yang diterapkan meliputi sistem dewatering, pengaturan waktu pengecoran,<br>dan penggunaan beton ready mix yang diawasi ketat. Penerapan K3 berjalan baik dengan penggunaan alat pelindung<br>diri dan safety briefing rutin. Secara keseluruhan, pelaksanaan pekerjaan pondasi dalam proyek ini telah memenuhi<br>standar teknis serta prinsip manajemen proyek konstruksi.</p> Putri Ameliya Sari. Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 33 37 ANALISIS AKURASI PENGUKURAN JARAK GEOGRAFIS MENGGUNAKAN MODUL GPS GY-NEO6MV2 BERBASIS ESP32 https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7905 <p>Modul GPS GY-NEO6MV2 merupakan perangkat yang banyak digunakan dalam sistem navigasi dan pelacakan berbasis lokasi. Akurasi modul GPS perlu dievaluasi secara langsung melalui pengukuran jarak agar kinerjanya dapat diketahui secara objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akurasi pengukuran jarak modul GPS GY-NEO6MV2 berbasis ESP32 dengan membandingkan radius antara dua titik lokasi hasil pembacaan sensor dengan jarak referensi yang diperoleh dari Google Maps.<br>Pengujian dilakukan pada enam titik berbeda dengan prosedur pengambilan data secara real time.<br>Metode eksperimen digunakan dengan mengambil koordinat dari modul GPS, kemudian hasil pembacaan dihitung sebagai radius antar titik. Nilai tersebut dibandingkan dengan radius referensi dari Google Maps untuk menentukan besarnya akurasi dan galat. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh rata-rata akurasi sebesar 98,19515% dan rata-rata galat sebesar 1,80485 meter.<br>Secara keseluruhan, modul GY-NEO6MV2 menunjukkan kinerja yang baik dan layak digunakan dalam aplikasi pelacakan maupun pengukuran jarak geografis berbasis GPS.</p> M.A.Musthofa Ganjar Winasis Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 26 32 ANALISIS SISTEM PEMBUMIAN INSTALASI PEMANFAATAN TENAGA LISTRIK TEGANGAN MENENGAH (IPTL-TM) PT. TOP AND TOP APPAREL BERDASARKAN PENGUJIAN TAHANAN PEMBUMIAN https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7939 <p>Sistem pembumian (grounding) merupakan komponen penting dalam Instalasi Pemanfaatan Tenaga Listrik Tegangan Menengah (IPTL-TM) yang berfungsi untuk melindungi peralatan serta menjamin keselamatan bagi pekerja dari bahaya tegangan sentuh dan tegangan langkah akibat gangguan listrik. Sistem pembumian yang tidak memenuhi persyaratan teknis dapat mengurangi keandalan instalasi serta meningkatkan risiko gangguan dan kecelakaan listrik. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan inspeksi serta pengujian sebagai upaya evaluasi terhadap kondisi sistem pembumian. Artikel ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi sistem pembumian pada IPTL-TM berdasarkan hasil pengukuran dan pengujian lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, dimana data diperoleh melalui pengukuran langsung nilai tahanan pembumian pada beberapa titik pengujian, meliputi netral–ground (N–G), kompartemen–ground, dan body peralatan–ground. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai tahanan pembumian pada titik-titik tersebut berada dalam batas yang dipersyaratkan sesuai dengan standar ketenagalistrikan yang berlaku. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem pembumian<br>pada IPTL-TM berada dalam kondisi laik dan mampu mendukung keselamatan serta keandalan operasi instalasi. Evaluasi hasil pengujian mengacu pada Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN), serta standar ketenagalistrikan lain yang berlaku di Indonesia. Dengan demikian, inspeksi dan pengujian sistem pembumian menjadi langkah penting dalam memastikan terpenuhinya aspek keselamatan dan keandalan instalasi tenaga listrik tegangan menengah.</p> Rizqi Mukhammad Nur Muslikhan Afeef Kurnia Rahmawan Muhammad Amirrudin Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 41 46 PERENCANAAN PEMBANGUNAN KANTOR DAN RUMAH SINGGAH PO.EXINDO 57-JATIM DI PT BOWITA PROPORSI UTAMA, SEMARANG, JAWA TENGAH https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7910 <p><span class="fontstyle0">Penelitian ini merupakan hasil kegiatan Magang Kerja/Industri MBKM di PT. Bowita Proporsi Utama yang bertujuan mengaplikasikan ilmu Teknik Sipil dalam perencanaan proyek konstruksi nyata. Magang difokuskan pada proyek pembangunan Kantor dan Rumah Singgah PO.Exindo 57-Jatim. Aktivitas utama yang dilakukan meliputi revisi Gambar Kerja (Shop Drawing), perhitungan detail Volume Pekerjaan (mulai dari persiapan hingga atap), dan penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta Time Schedule (Kurva S). Hasil kegiatan ini adalah dokumen perencanaan lengkap yang menunjukkan proses estimasi biaya dan waktu yang akurat. Secara keseluruhan, magang ini memberikan pengalaman praktis yang esensial dalam penguasaan teknis penyusunan dokumen perencanaan proyek konstruksi.</span> </p> Nuris Maulida Yudanti Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 123 142 PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR PILECAP P1A PADA PROYEK PEMBANGUNAN TWIN TOWER PLEBURAN UNIVERSITAS DIPONEGORO https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7944 <p>Pile Cap merupakan struktur bawah yang memiliki peranan penting pada suatu bangunan.Artikel ini<br>dilakukan pada proyek pembangunan twin tower Universitas Diponegoro dan membahas mengenai pekerjaan<br>pile cap dimana pekerjaan tersebut menggunakan beton FC' 35 MPa dan tulangan BJTS 520 MPa di Jalan<br>Imam Bardjo S.H. No. 5 Semarang untuk ekspansi fasilitas pascasarjana UNDIP, dengan tahapan galian,<br>fabrikasi besi, bekisting, slump test 14 cm, pengecoran vibrator, serta uji mutu yang menghadapi kendala<br>beton kropos, cuaca buruk, dan K3L lemah, sehingga disarankan perbaikan pengawasan, jadwal, dan<br>koordinasi tim.</p> Muhammad Syamsul Huda Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 222 226 Analisis Pengujian dan Pengukuran Tahanan Isolasi Transformator dan Kabel Outgoing IPTL-TM 690kVA di Semarang Sport Center https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7915 <div class="page" title="Page 62"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Kebutuhan energi listrik pada fasilitas industri menuntut sistem ketenagalistrikan yang handal, khususnya pada transformator daya sebagai peralatan utama dalam proses penyaluran tenaga listrik. Keandalan transformator daya sangat dipengaruhi oleh kondisi tahanan isolasi, karena penurunan kualitas isolasi dapat memicu gangguan operasional hingga kerusakan peralatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tahanan isolasi transformator daya dan kabel tegangan menengah pada instalasi di Semarang Sport Center sebagai indikator kelayakan operasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini yairu dengan melakukan pengukuran di lapangan menggunakan alat ukur insulation tester atau megger. Pengukuran dilakukan saat kondisi lepas beban serta dilakukan pengamatan tambahan menggunakan thermography unruk mengukur suhu operasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tahanan isolasi transformator daya pada sisi primer terhadap tanah sebesar17,2 GΩ, sisi sekunder terhadap tanah sebesar 5,55 GΩ, dan primer terhadap sekunder sebesar 506 MΩ, dimana seluruh hasil pengukuran tersebut memenuhi standar kelayakan PUIL 2000, SPLN D3.002- 1:2007 untuk pengujian transformator dan SPLN 43-5-1:1995 untuk pengujian kabel yang mensyaratkan nilai lebih dari 2 kΩ / Volt. Hasil pada kabel tegangan menengah dari Panel Hubung Bagi menuju transformator, dari kubikel menuju Panel Hubung Bagi, serta dari transformator menuju Panel Hubung Beban rendah juga menunjukkan keseluruhan nilai tahanan isolasi yang memenuhi standar kelayakan instalasi. Dengan demikian, kondisi sistem isolasi pada instalasi tersebut masih dalam kategori baik dan layak untuk dioperasikan, namun tetap diperlukan pemeliharaan preventif dan perbaikan berkelanjutan guna menjaga keandalan transformator dalam jangka panjang.</p> </div> </div> </div> Muhammad Cahya Rofiqi Afeef Kurnia Rahmawan Margono Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 62 69 PEKERJAAN STRUKTUR BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG 5 LANTAI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BLORA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7951 <p>Pekerjaan struktur balok dan plat lantai merupakan elemen krusial dalam konstruksi bangunan bertingkat karena berfungsi menyalurkan beban secara aman sesuai prinsip rekayasa struktur dan ketentuan teknis yang berlaku. Penelitian mengenai pekerjaan struktur tersebut dilakukan pada Proyek Pembangunan Gedung 5 Lantai Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora dengan fokus pada tahapan pelaksanaan struktur beton bertulang. Dalam pelaksanaannya, diperlukan metode pelaksanan konstruksi agar proses pembangunan berlangsung sesuai standar teknis. Oleh sebab itu, pemilihan metode yang adaptif terhadap kondisi lapangan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran dan kualitas hasil pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan pekerjaan struktur pembangunan Gedung 5 Lantai Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora, dipengaruhi oleh beberapa tahapan utama. Untuk pekerjaan balok, tahapan yang dilaksanakan meliputi persiapan, penulangan, pemasangan bekisting, pembersihan area kerja, pengecoran, pembongkaran bekisting, serta perawatan beton. Adapun untuk pekerjaan plat lantai, tahapan yang dilakukan mencakup persiapan, pemasangan bekisting, penulangan, pembersihan, pengecoran, pembongkaran bekisting, dan perawatan beton. Tahapan-tahapan tersebut menjadi indikator penting dalam menilai kesesuaian pelaksanaan pekerjaan struktur dengan spesifikasi dan metode pelaksanaan yang telah ditetapkan.</p> Larasati Welas Yuliasih Agung Kristiawan Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-17 2026-01-17 10 1 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK BAJA ZONA 1 PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BANK CIMB NIAGA 102 SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7920 <p><span class="fontstyle0">Penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek dapat berjalan sesuai dengan target, waktu, biaya, kualitas dan mutu apabila ditunjang dengan metode pelaksanaan yang baik. Dalam hal ini proyek Pembangunan Gedung Bank CIMB Niaga 102 Semarang<br>membutuhkan Konsultan manajemen konstruksi agar dapat memberikan metode kerja yang baik adalam pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara langsung tahapan pelaksanaan pekerjaan balok baja, mulai dari proses fabrikasi,<br>pengecatan, hingga erection (pemasangan) dilapangan. Metode yang digunakan meliputi studi lapangan, observasi langsung, serta dokumentasi proses kerja. Pekerjaan diawali dengan fabrikasi komponen balok baja seperti pelat pengaku (stiffener), pelat ujung (endplate), dan simpul (voute), dilanjutkan dengan proses pengelasan sesuai standar mutu. Setelah fabrikasi, seluruh permukaan baja dibersihkan dan diberikan cat dasar anti karat serta cat finishing untuk perlindungan maksimal. Proses erection dilakukan dengan bantuan mobile crane, webbing sling, dan alat pengencang baut (torque wrench), serta pengukuran presisi menggunakan theodolite. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan balok baja memerlukan koordinasi yang baik antar tim, penggunaan alat dan bahan sesuai spesifikasi, serta penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Pengalaman ini memberikan wawasan praktis mengenai pentingnya metode kerja terstruktur dan kontrol kualitas dalam pelaksanaan konstruksi struktur baja, serta diharapkan dapat menjadi refrensi bagi mahasiswa teknik sipil dalam meningkatkan kompetensi di bidang konstruksi bangunan bertingkat.</span> </p> Muhammad Tholhah Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 154 162 TEKNIK PELAKSANAAN PEKERJAAN PILE CAP DAN TIE BEAM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG L UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7957 <p>Abstrak <br>Proyek pembangunan Gedung L Universitas Dian Nuswantoro dilaksanakan dengan sistem Rancang dan <br>Bangun (Design and Build) guna mengakomodasi peningkatan kebutuhan fasilitas akademik akibat pertambahan <br>jumlah mahasiswa. Studi ini mengkaji secara spesifik teknik pelaksanaan pekerjaan struktur bawah, yaitu Kepala Tiang <br>Pancang (Pile Cap) dan Balok Pengikat (Tie Beam), yang berfungsi vital dalam mendistribusikan beban gedung ke <br>pondasi tiang pancang. Penelitian ini didasarkan pada tinjauan literatur mengenai manajemen konstruksi dan standar <br>beton bertulang, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi <br>lapangan partisipatif, wawancara dengan tim pelaksana, serta analisis dokumen gambar kerja (shop drawing). Hasil <br>pengamatan menunjukkan bahwa tahapan pelaksanaan dimulai dari penentuan posisi, penggalian, hingga <br>pemancangan yang divalidasi kapasitas dukungnya melalui pengujian Pile Driving Analyzer. Temuan data teknis <br>menyoroti penggunaan bata ringan sebagai bekisting permanen yang bertujuan untuk efisiensi waktu dan perlindungan <br>beton. Proses pembesian dilakukan dengan fabrikasi presisi guna memastikan selimut beton terjaga. Pengecoran <br>Kepala Tiang Pancang (Pile Cap) dan Balok Pengikat (Tie Beam) dilaksanakan secara monolit atau bersamaan <br>menggunakan beton siap pakai (Ready Mix) mutu K-350 dengan nilai slump 12±2 sentimeter. Dapat disimpulkan <br>bahwa metode pengecoran terintegrasi ini efektif dalam meminimalkan sambungan dingin (cold joint), menjamin <br>integritas struktural yang kokoh, serta memenuhi standar spesifikasi teknis yang direncanakan. <br>Kata Kunci : Beton K-350, Gedung L Universitas Dian Nuswantoro, Metode Pelaksanaan, Pile Cap, Tie Beam</p> Kharis Lutfi Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-26 2026-01-26 10 1 345 356 Pemanfaatan Material Bangunan Ramah Lingkungan Berbasis Teknologi Tepat Guna untuk Optimalisasi Kinerja Struktur di Kawasan Perkotaan https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7925 <p><span class="fontstyle0">Peningkatan pembangunan di kawasan perkotaan menuntut penggunaan material bangunan yang tidak hanya memenuhi aspek kekuatan dan keselamatan struktur, tetapi juga berwawasan lingkungan. Penggunaan material konvensional seperti semen Portland dan baja dalam jumlah besar terbukti berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan degradasi lingkungan. Artikel ini bertujuan mengkaji pemanfaatan material bangunan ramah lingkungan berbasis teknologi tepat guna dalam upaya mengoptimalkan kinerja struktur di kawasan perkotaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur terhadap jurnal nasional dan internasional sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa material seperti beton ramah lingkungan, bambu rekayasa, dan baja daur ulang mampu meningkatkan efisiensi struktur, menurunkan beban lingkungan, serta tetap memenuhi persyaratan teknis bangunan. Teknologi tepat guna berperan penting dalam mendukung penerapan material tersebut agar sesuai dengan kondisi lokal perkotaan.</span> </p> Muhammad Candra Saputro Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 405 407 PELAKSANAAN KONSTRUKSI KOLOM PADA PEMBANGUNAN KANTOR DAFAM HEADQUARTER SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7932 <p>Kolom merupakan elemen struktural vertikal yang fundamental dalam konstruksi gedung bertingkat, berfungsi utama sebagai penerus beban dari lantai, balok, dan atap menuju pondasi. Oleh karena peranannya yang sangat penting terhadap integritas dan stabilitas keseluruhan struktur, pekerjaan konstruksi kolom harus dieksekusi dengan tingkat presisi tinggi dan konsisten sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku. Penelitian ini difokuskan pada observasi dan analisis mendalam terhadap metode pelaksanaan konstruksi kolom pada Proyek Pembangunan Kantor Dafam Headquarter Semarang. Metode yang digunakan dalam studi ini mengandalkan observasi langsung di lapangan dan dokumentasi sistematis terhadap setiap tahapan pekerjaan. Analisis mencakup Setting Out untuk memastikan ketepatan posisi dan sumbu kolom, Pekerjaan Pembesian yang melibatkan perakitan tulangan utama dan sengkang sesuai standar dimensi dan panjang lewatan, Pemasangan Bekisting yang menjamin kekakuan, kestabilan, dan ketegakan (vertikalitas), serta Pengecoran Beton yang mencakup pengawasan kualitas campuran beton (slump test) dan proses pemadatan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa proyek telah menerapkan prosedur pelaksanaan konstruksi kolom yang terstruktur dan sesuai dengan spesifikasi teknis dan standar mutu teknik sipil. Titik kritis berhasil diidentifikasi pada pengendalian vertikalitas bekisting dan pemadatan beton untuk menghindari keropos. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan metode kerja yang tepat dan kontrol kualitas yang disiplin merupakan kunci keberhasilan dalam pembangunan struktur kolom yang aman dan memenuhi umur layanan yang direncanakan.</p> Dendi Yusuf Wibisono Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 306 310 PELAKSANAAN PEKERJAAN KOLOM BETON BERTULANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT 5 LANTAI https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7903 <p>Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan suatu pelayanan kesehatan<br>perorangan secara paripurna dan yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat<br>darurat. Pelayanan kesehatan paripurna yang dimaksud dalam hal ini meliputi promotif, preventif, kuratif<br>dan rehabilitative. Pembangunan Gedung baru di rumah sakit PKU Muhammadiyah Blora nantinya<br>menjadi pusat klinik fisioterapi, satelit farmasi, area komersil, drop off, ICU, rawat inap, perkantoran.<br>Adanya Gedung baru tersebut, sebagai langkah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk<br>para pasien. Gedung baru rumah sakit ini terletak di sebelah timur gedung utama yang berada di kompleks<br>RS PKU Muhammadiyah Blora. Pekerjaan yang diamati yaitu pekerjaan kolom beton bertulang. Pada<br>pekerjaan ini memiliki 9 langkah pengerjaan, berupa persiapan, marking kolom, pemasangan scaffolding,<br>penulangan kolom, pemasangan bekisting kolom, pengecoran kolom, pembongkaran bekisting kolom,<br>perawatan beton atau disebut curing, dan yang terakhir yaitu tahap finishing.</p> Tissa Rahayu Rosiyani Agung Kristiawan Putri Anggi Permata Suwandi Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 12 19 PEKERJAAN STRUKTUR BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT CITRA ARAFIQ MEDIKA KOTA SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7937 <p>Pembangunan infrastruktur kesehatan di Kota Semarang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan penduduk dan wilayah. Proyek Pembangunan Rumah Sakit Citra Arafiq Medika di Gunungpati, Semarang, merupakan upaya strategis untuk menyediakan fasilitas kesehatan modern dan layanan yang lebih cepat, aman, dan nyaman. Laporan ini berfokus pada tinjauan pelaksanaan pekerjaan struktur balok dan plat lantai pada proyek tersebut. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak proyek, studi literatur, dan pengumpulan data dokumentasi . Tahapan pekerjaan yang diamati meliputi persiapan (penentuan elevasi, pemasangan scaffolding), pemasangan bekisting dan pembesian balok, pemasangan bekisting dan pembesian plat lantai, pengecoran, perawatan (curing), hingga pembongkaran bekisting . Meskipun pekerjaan struktur balok dan plat lantai berjalan cukup baik, ditemukan beberapa kendala signifikan di lapangan, seperti tidak dilakukannya uji mutu beton (slump test dan compressive strength test) serta pengaruh faktor cuaca yang menghambat pekerjaan. Penerapan metode pelaksanaan yang sesuai standar teknis dan manajemen K3 yang ketat sangat penting untuk menjamin mutu dan keselamatan proyek.&nbsp;</p> Ananda Inaya Febriola Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 321 324 PERENCANAAN JALAN RAYA TUBAN : ANALISIS DAN DESAIN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR DAN KAKU https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7908 <p><span class="fontstyle0">Laporan ini membahas perencanaan perkerasan Jalan Raya Tuban yang bertujuan untuk menentukan jenis dan tebal perkerasan yang sesuai berdasarkan kondisi lalu lintas, tanah dasar, iklim, dan karakteristik jalan. Metode perencanaan yang digunakan mengacu pada Petunjuk Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya dengan Metode Analisa Komponen (1987) serta Pedoman Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen (Pd T-14-2003). Data yang dianalisis meliputi lalu lintas harian rata-rata, pertumbuhan lalu lintas, nilai CBR tanah dasar, faktor regional, dan umur rencana jalan selama 10 tahun. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa struktur perkerasan lentur dan perkerasan kaku yang direncanakan telah memenuhi persyaratan teknis berdasarkan analisis daya dukung tanah, analisis lalu lintas, serta pengecekan fatik dan erosi. Laporan ini juga dilengkapi dengan gambar kerja dan rencana anggaran biaya sebagai dasar pelaksanaan pembangunan jalan.</span> </p> Mohammad Syaiful Maari M. Ali Mahmudi Muhammad Nawawi Sholeh Gita Adinda Indria Sari Noor Hidayati Sahlul Tita Batahul Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 108 116 IMPLEMENTASI SOFTWARE GEO 5 DENGAN METODE BISHOP PADA DINDING PENAHAN TANAH TIPE KANTILEVER DI PONDOK PESANTREN DARUTTAUHID, KELURAHAN POTROYUDAN, KABUPATEN JEPARA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7942 <p>Penelitian ini membahas perencanaan dinding penahan tanah tipe kantilever pada lokasi Pesantren<br>Daruttauhid, Kelurahan Potroyudan, Kabupaten Jepara. Latar belakang penelitian ini adalah kondisi lereng<br>yang berpotensi longsor, khususnya pada saat jenuh air, sehingga diperlukan analisis kestabilan lereng<br>sekaligus perencanaan konstruksi dinding penahan tanah yang aman dan efisien. Metode penelitian<br>dilakukan melalui pengumpulan data tanah dari hasil uji laboratorium, analisis stabilitas lereng dengan<br>metode Bishop, serta analisis menggunakan perangkat lunak Geo5. Analisis stabilitas lereng menghasilkan<br>faktor keamanan sebesar 1,87 pada kondisi basah, 1,60 pada kondisi jenuh, dan 2,62 pada kondisi kering.<br>Hasil analisis dengan Geo5 menunjukkan faktor keamanan 1,65 pada kondisi basah (aman), namun pada<br>kondisi jenuh nilai faktor keamanan &lt; 1,5, sehingga diperlukan upaya perkuatan lereng. Perencanaan<br>dinding penahan tanah tipe kantilever dengan tinggi 8 m menghasilkan struktur yang aman terhadap geser<br>(FS = 4,16), guling (FS = 5,90), dan daya dukung tanah (FS = 2,44). Dimensi optimal dinding yang<br>diperoleh adalah tebal badan dinding 0,80 m di bagian bawah dan 0,40 m di bagian atas, lebar tumit 2,20 m,<br>dan lebar ujung kaki 1,00 m. Penurunan pondasi sebesar 0,027 m masih berada dalam batas toleransi. Hasil<br>perhitungan penulangan menunjukkan bahwa kebutuhan tulangan pada badan dinding adalah 8 batang D14,<br>dan pada pelat kaki 11 batang D14, sesuai dengan ketentuan SNI. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan<br>bahwa dinding penahan tanah tipe kantilever dengan dimensi yang telah direncanakan layak diterapkan pada<br>lokasi penelitian, serta mampu meningkatkan kestabilan lereng terutama pada kondisi jenuh.</p> Ahmad Wisnu Mubarok Nor Hidayati Khotibul Umam Muhammad Syafiq Zaky Handika Surya Wijaya Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 211 221 PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM KONTROL POMPA AIR DC 12V OTOMATIS DENGAN LOGIKA FUZZY BERBASIS ESP32 https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7913 <p>Pengendalian ketinggian air tandon secara manual memiliki keterbatasan dalam<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>menjaga kestabilan volume air dan berpotensi menyebabkan pemborosan energi.<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem kontrol<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>pompa air otomatis menggunakan logika fuzzy Mamdani berbasis ESP32. Sistem<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>memanfaatkan sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air, yang kemudian<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>diproses oleh pengendali fuzzy untuk menentukan nilai Pulse Width Modulation (PWM)&nbsp;pada motor DC pompa air. Variabel input berupa ketinggian air dibagi menjadi lima<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>himpunan keanggotaan, yaitu sangat rendah, rendah, standar, tinggi, dan sangat tinggi,<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>sedangkan output berupa kecepatan pompa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengatur kecepatan pompa secara adaptif sesuai perubahan ketinggian<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>air dan bekerja stabil pada batas ketinggian maksimum 20 cm. Sistem ini diharapkan<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>dapat meningkatkan efisiensi pengisian air dan memperpanjang umur pompa.</p> Anggit Yuga Kusuma Imadudin Harjanto Sigit Ristanto Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 47 56 ANALISIS PEKERJAAN BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7949 <p>Pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang dengan fokus utama pada pengamatan dan pelaksanaan pekerjaan struktur Balok dan Plat Lantai. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses konstruksi, metode pelaksanaan, serta pengendalian mutu di lapangan. Pekerjaan Balok dan Plat Lantai meliputi Pekerjaan persiapan, Pemasangan bekisting, Pemasangan tulangan, Pengecekan, Pengecoran beton, Perawatan beton, Pembongkaran bekisting, dan Finishing. Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai dengan shop drawing dan standar teknis yang berlaku menggunakan beton ready mix mutu Fc’35 MPa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketelitian pada setiap tahapan pekerjaan serta penerapan K3 yang baik berpengaruh signifikan terhadap kualitas struktur. Kerja Praktik ini memberikan pemahaman mendalam mengenai proses konstruksi dan penerapan teori struktur bangunan di lapangan.</p> Muhammad Zidan Kholisul Amri Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-17 2026-01-17 10 1 REHABILITASI SALURAN BENDUNG J.I KUMEJING https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7918 <div class="page" title="Page 91"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Infrastruktur irigasi merupakan komponen vital dalam mendukung ketahanan pangan nasional, namun faktor alam seperti erosi dan sedimentasi seringkali menurunkan efisiensi distribusi air. Laporan ini membahas pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Saluran Bendung J.I Kumejing di Kabupaten Batang yang dikerjakan oleh CV. Wastu Cipta Mandiri. Tujuan utama proyek ini adalah untuk mengoptimalkan aliran air ke lahan pertanian seluas 1.000 Ha, memperbaiki kerusakan saluran untuk mengurangi kebocoran, serta memperpanjang umur fungsional infrastruktur. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan pelaksana, studi pustaka, dan dokumentasi instrumen. Ruang lingkup pekerjaan yang diamati meliputi pekerjaan galian tanah, pembangunan badan bendung (mercu), lantai (stilling basin), dan sayap (wing wall) dengan tipe mercu ambang lebar (broad-crested weir) dan pondasi pasangan batu kali. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses konstruksi mencakup tahap penggalian menggunakan alat bor manual, pemasangan batu kali lapis demi lapis dengan pengisian mortar (1 PC : 4 PP), hingga tahap perawatan (curing) selama 7-14 hari untuk mencegah retak. Meskipun terdapat kendala teknis seperti keterlambatan material, cuaca yang tidak mendukung, dan keterbatasan akses alat berat, proyek ini berhasil merumuskan solusi melalui penyesuaian jadwal kerja dan optimalisasi alat bantu manual. Secara keseluruhan, kegiatan kerja praktik ini berhasil menjembatani teori akademik dengan praktik lapangan dalam manajemen proyek irigasi.</p> </div> </div> </div> Bayu Sadewa Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 91 97 Metode Pelaksanaan Pekerjaan Mini Pile Pada Pekerjaan Pembangunan Gedung L UDINUS Semarang https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7955 <p>Pekerjaan pondasi mini pile pada proyek pembangunan Gedung L Universitas Dian Nuswantoro <br>(UDINUS) Semarang merupakan tahapan penting dalam mendukung kestabilan struktur bangunan <br>bertingkat. Mini pile yang digunakan berukuran 30 × 30 cm dengan mutu beton K-500 dan sistem <br>penulangan spiral berbahan wire sling, yang berfungsi menyalurkan beban struktur ke lapisan tanah keras <br>di kedalaman ±16 meter. Metode pelaksanaan pekerjaan ini meliputi beberapa tahapan utama, yaitu stake <br>out lapangan, pembuatan bowplank, penentuan titik pancang, pemesanan dan mobilisasi material, <br>mobilisasi alat Hydraulic Static Pile Driver (HSPD), pemancangan tiang, serta demobilisasi alat. Setiap <br>tahapan dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap ketepatan posisi dan kualitas sambungan antar pile <br>untuk memastikan daya dukung pondasi optimal. Penggunaan sistem HSPD dipilih karena mampu <br>menekan tiang tanpa menimbulkan getaran dan kebisingan berlebih, sehingga sesuai untuk area perkotaan <br>padat. Berdasarkan hasil pengamatan kerja praktik, metode pelaksanaan mini pile di proyek Gedung L <br>terbukti efisien dalam hal waktu, kualitas, dan keamanan kerja.</p> Alief Firjatullah Adyputra Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-18 2026-01-18 10 1 Rancang Bangun Sistem Proteksi MCB, Kontrol Key Card, dan Monitoring Energi KWh Meter Pada 12 Kamar Baru Hotel GETS https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7923 <p><span class="fontstyle0">Salah satu aspek krusial pada operasional hotel adalah sistem kelistrikan yang menuntut proteksi yang andal dan pengawasan konsumsi energi secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis rancang bangun sistem proteksi dan pengawasan konsumsi energi listrik pada 12 kamar hotel baru di Gets Premiere Semarang. Sistem proteksi dirancang berlapis: sumber daya utama diproteksi oleh MCCB 50 Ampere pada panel utama, sementara setiap kamar dilindungi oleh tiga<br>Miniature Circuit Breaker (MCB) dengan rating spesifik (10A, 6A, 2A untuk 11 kamar, dan 10A, 10A, 2A untuk kamar 1), memastikan diskriminasi proteksi yang selektif. Untuk efisiensi energi, setiap kamar mengimplementasikan kontaktor 1-fasa sebagai pemutus<br>daya utama, yang dikontrol otomatis oleh key card kamar; kontaktor akan ON saat kartu dimasukkan, dan OFF ketika dilepas, secara signifikan mengurangi standby power. Proses pengawasan konsumsi listrik dilakukan secara dual-level menggunakan kWh<br>meter digital: pertama, terhubung melalui Current Transformer (CT) pada setiap keluaran R-S-T di panel utama untuk memantau total konsumsi 12 kamar secara realtime; kedua, setiap kamar memiliki kWh meter digital yang terhubung melalui MCB 10A, yang memungkinkan pemantauan konsumsi beban per kamar untuk keperluan audit energi. Hasil penelitian ini diharapkan menunjukkan keandalan sistem proteksi MCB yang terintegrasi dengan standar instalasi, serta efektivitas kombinasi kontaktor key card dan kWh meter digital dalam meminimalkan pemborosan energi dan meningkatkan efisiensi operasional hotel.</span> </p> Akbar Revi A Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 163 169 PEKERJAAN PEMANCANGAN PONDASI TIANG PANCANG PEMBANGUNAN GEDUNG BANK BTN KANTOR WILAYAH JATENG & DIY KOTA SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7960 <p>Abstrak <br>Pembangunan gedung Bank BTN Kanwil Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang <br>menghadapi isu utama berupa kondisi tanah lunak yang memerlukan pondasi tiang pancang untuk menyalurkan beban <br>struktur ke lapisan tanah penunjang lebih dalam, serta risiko keselamatan kerja tinggi akibat penggunaan alat berat <br>seperti Hydraulic Static Pile Driver, paparan kebisingan, getaran, dan potensi tertimpa material. Penelitian ini bertujuan <br>untuk mengamati penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada pekerjaan pemancangan tiang pancang, <br>mengidentifikasi metode pelaksanaan teknis, dan mengevaluasi sistem manajemen risiko untuk mendukung praktik kerja <br>lapangan yang aman dan efisien. Pendekatan yang digunakan meliputi pengumpulan data melalui observasi langsung, <br>wawancara dengan tim proyek, dokumentasi proses kerja, serta analisis tinjauan pustaka mengenai peralatan, bahan, <br>dan regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja seperti Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 08/Men/VII/2010 <br>tentang Alat Pelindung Diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemancangan dilakukan secara bertahap dengan <br>Hydraulic Static Pile Driver berkapasitas 320 ton untuk 164 titik tiang beton pracetak berukuran 400x400 mm dan <br>kedalaman 24 meter, dilengkapi pengujian seperti hammer test, Pile Integrity Test, dan Pile Driving Analyzer; sistem <br>manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja diterapkan melalui safety morning talk, toolbox meeting, inspeksi berkala, <br>pemasangan rambu keselamatan, serta pemantauan penggunaan alat pelindung diri lengkap, meskipun ditemukan <br>kendala seperti rendahnya kesadaran pekerja terhadap alat pelindung diri dan dampak lingkungan berupa debu serta <br>kebisingan yang diatasi dengan sosialisasi dan pengawasan. <br>Kata Kunci : Hydraulic Static Pile Driver, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pondasi, Tiang Pancang.</p> Sekar Ayuning Hapsari Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-26 2026-01-26 10 1 ANALISIS ENERGI LISTRIK GEDUNG BOTTOM 1 PT. PARKLAND WORLD INDONESIA JEPARA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7928 <p><em>Gedung Bottom 1 PT Parkland World Indonesia Jepara adalah gedung dengan tingkat pemakai konsumsi energi listrik tertinggi di tahun 2019 yaitu 9090328.4 kWh atau 28% dari total konsumsi energi listrik PT Parkland World Indonesia Jepara, dengan rata-rata 757527 kWh perbulannya. Metode penelitian ini adalah metode observasi dan konservasi energi yang digunakan untuk memperoleh potensi peluang penghematan energi. Dalam proses ini meliputi adanya audit energi, dimana pada awal proses audit energi sebelumnya dilakukan persiapan audit energi yaitu pertemuan pendahuluan dan wawancara dengan karyawan yang dilanjutkan dengan survei gedung sehingga didapatkan gambaran umum gedung dan sistem operasionalnya untuk melihat potensi peluang penghematan energi. Audit dimulai dengan pengumpulan dan pengolahan data, selanjutnya dilakukan analisis dan perhitungan nilai IKE gedung. Dari hasil perhitungan Gedung Bottom 1 masuk ke dalam kategori boros dengan nilai 322.7 kWh/m<sup>2 </sup>pertahun atau 26.9 kWh m<sup>2 </sup>perbulan. Peluang penghematan yang dilakukan di Gedung Bottom 1 ada dua yaitu tanpa biaya dan biaya rendah (low cost). Penghematan tanpa biaya perbulan sebesar 1218.36 kWh jika dirupiahkan menjadi Rp1311098.36, penghematan low cost perbulan sebesar 1393.92 kWh, jika dirupiahkan menjadi Rp. 1640675,52. Apabila semua penghematan dilakukan oleh pihak gedung maka akan bisa menghemat energi sebesar 2612.28 atau biaya sebesar Rp. 2951773.88 per bulannya.</em></p> Anita Kurnia Zulyani Bambang Hadi Kunaryo Margono Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 182 190 STUDI IMPLEMENTASI STANDAR KESELAMATAN DAN KUALITAS VISUAL PADA PERAKITAN PANEL LISTRIK INDUSTRI TIPE WALL MOUNTING https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7901 <p>Panel listrik tipe Wall Mounting memegang peranan krusial dalam distribusi daya sekunder di<br>lingkungan industri, di mana keterbatasan ruang menuntut presisi tinggi dalam manajemen termal dan<br>keselamatan elektrikal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi standar keselamatan<br>dan kualitas visual pada proses perakitan panel tersebut, dengan studi kasus di PT. Omnielectrindo.<br>Metode penelitian menggunakan observasi partisipatif selama periode magang (Agustus-November 2025)<br>dan analisis komparatif terhadap standar IEC 61439-1 serta PUIL 2011. Fokus analisis mencakup<br>fabrikasi busbar, manajemen kabel, dan integrasi komponen proteksi. Hasil penelitian menunjukkan<br>bahwa penerapan teknik drat (tapping) pada busbar dan penggunaan mesin pelurus kabel berkontribusi<br>signifikan terhadap efisiensi ruang dan estetika visual, yang secara linear berkorelasi dengan keamanan<br>operasional. Ditemukan adanya tantangan dalam harmonisasi kode warna busbar antara standar lama<br>(PUIL 2000) dan baru (PUIL 2011) di lapangan. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi ketat antara<br>Prosedur Operasi Standar (SOP) perakitan, verifikasi torsi baut, dan inspeksi visual detail adalah<br>prasyarat mutlak untuk menjamin keandalan panel wall mounting yang padat komponen.</p> Gusti Ananda Armyawan Rama Putra Bambang Hadi Kunaryo Afeef Kurnia Rahmawan Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 1 7 PEKERJAAN STRUKTUR KOLOM TOWER 1 PADA PROYEK KONSTRUKSI TERINTREGASI RANCANG & BANGUN PEMBANGUNAN TWIN TOWER PLEBURAN UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7935 <p>Pekerjaan kolom merupakan salah satu tahapan penting dalam konstruksi struktur bangunan karena berfungsi menyalurkan beban dari lantai ke fondasi. Artikel ini bertujuan menjelaskan prosedur pelaksanaan pekerjaan kolom mulai dari persiapan, pemasangan bekisting, penempatan tulangan, hingga proses pengecoran. Metode penulisan dilakukan melalui studi literatur dan analisis praktik lapangan pada proyek konstruksi bangunan bertingkat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan kolom sangat dipengaruhi oleh ketepatan pemasangan tulangan, kekokohan bekisting, serta pengendalian mutu beton saat pengecoran. Selain itu, pengawasan yang konsisten dan pemeliharaan setelah pengecoran terbukti berperan penting dalam menghasilkan kolom yang kuat dan sesuai standar. Kesimpulannya, pelaksanaan pekerjaan kolom memerlukan perencanaan yang tepat, pengawasan mutu yang baik, dan penerapan prosedur kerja yang sesuai standar teknis untuk memastikan keamanan serta durabilitas struktur.</p> Riska Siti Nur Aprilia Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 318 320 PERENCANAAN PERBAIKAN BENDUNG SUNGAI GERDU KECAMATAN BATEALIT KABUPATEN JEPARA BERDASARKAN ANALISIS HIDROLOGI DAN STABILITAS STRUKTUR https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7906 <p><span class="fontstyle0">Bendung Sungai Gerdu, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara merupakan bangunan air yang mengalami penurunan kinerja akibat kerusakan struktural. Penelitian ini bertujuan melakukan perencanaan perbaikan bendung melalui analisis hidrologi dan<br>analisis struktur yang komprehensif. Analisis hidrologi dilakukan dengan mengumpulkan data curah hujan selama 10 tahun dari tiga stasiun pengamatan terdekat, kemudian menggunakan metode Poligon Thiessen untuk menentukan curah hujan rata-rata area. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi Log Pearson Tipe III merupakan metode yang paling sesuai dengan data curah hujan. Debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Haspers untuk berbagai periode ulang. Analisis struktur bendung mencakup perhitungan dimensi mercu bendung, lebar efektif bendung, dan analisis stabilitas terhadap penggulingan, geseran, dan eksentrisitas. Hasil perencanaan menunjukkan dimensi bendung yang optimal dengan ketahanan struktural yang memenuhi syarat keamanan. Penelitian ini memberikan solusi teknis untuk meningkatkan fungsi bendung dalam pengendalian banjir, penyediaan air irigasi, dan pengukuran debit sungai.</span> </p> Muhammad Gustika Fardani Alquds Noor Tri Afriansyah Muhamnad Munif Hidayati Akhdan Raffi Putra Shofi Muhammad Arjun Fadli Kamal Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 98 103 PEKERJAAN STRUKTUR SLOOF DAN KOLOM PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SAKIT MULIA SEJAHTERA MEDIKA KOTA TEGAL https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7940 <p>Struktur sloof dan kolom merupakan elemen utama dalam sistem struktur beton bertulang yang memiliki fungsi vital sebagai penyalur beban dari struktur atas menuju pondasi secara aman dan berkesinambungan. Kegagalan pada tahap pelaksanaan<br>pekerjaan sloof dan kolom berpotensi menimbulkan penurunan kinerja struktur, kerusakan dini, bahkan risiko kegagalan struktur secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan metode pelaksanaan yang tepat dan sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis metode pelaksanaan pekerjaan struktur sloof dan kolom pada Proyek Pembangunan Rumah Sakit Mulia Sejahtera Medika Kota Tegal berdasarkan hasil kegiatan Kerja Praktik. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif, meliputi observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pelaksana proyek dan tenaga teknis, serta studi dokumentasi terhadap gambar kerja, spesifikasi teknis, dan data pengujian material. Tahapan pekerjaan yang dianalisis meliputi pekerjaan persiapan, pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran beton, pembongkaran<br>bekisting, serta perawatan beton (curing). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan sloof dan kolom pada proyek ini secara umum telah dilaksanakan sesuai dengan prosedur teknis dan standar yang mengacu pada Standar Nasional<br>Indonesia (SNI), khususnya terkait mutu beton, metode pengecoran, dan jarak pemasangan tulangan. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala di lapangan, antara lain pengaruh kondisi cuaca terhadap jadwal pengecoran serta kurangnya kedisiplinan sebagian pekerja dalam penggunaan alat pelindung diri (APD). Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa kualitas pelaksanaan struktur sloof dan kolom telah memenuhi persyaratan teknis, namun diperlukan peningkatan pengendalian mutu dan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara lebih konsisten untuk mendukung<br>keberhasilan proyek konstruksi.</p> Gilang Sandy Ramadhan Slamet Budiraharjo Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 191 198 ANALISIS PEKERJAAN KOLOM DAN BALOK PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR RS.MARDIRAHAYU KUDUS https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7911 <p><span class="fontstyle0">Kerja Praktik merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang yang bertujuan untuk menambah pengalaman, wawasan, serta kemampuan dalam memahami kondisi nyata di lapangan. Kegiatan Kerja Praktik ini dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir RS Mardi Rahayu Kudus yang dikerjakan oleh PT Purikencana Mulyapersada. Proyek ini memiliki luas bangunan ± 8.028 m² dengan jumlah 5 lantai dan fungsi utama sebagai fasilitas parkir kendaraan. Kegiatan yang dilakukan selama kerja praktik meliputi pengamatan, pendokumentasian, dan keterlibatan langsung dalam proses pelaksanaan pekerjaan struktur atas, yaitu pekerjaan kolom dan balok. Tahapan pekerjaan yang diamati mencakup pengukuran dan penentuan titik as kolom, pembesian, pemasangan bekisting, slump test, pengecoran, pembongkaran bekisting, serta curing beton. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari penggunaan alat-alat konstruksi, material bangunan, manajemen proyek, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di area proyek. Hasil dari kerja praktik ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan struktur harus mengikuti standar teknis, shop drawing, dan Rencana Kerja dan Syarat (RKS) agar menghasilkan struktur yang kuat, aman, dan sesuai perencanaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai proses konstruksi, koordinasi antar unsur proyek, serta penerapan teori yang telah dipelajari di perkuliahan ke dalam praktik di lapangan.</span> </p> Rajendra Belva Rakha Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 143 153 PERENCANAAN JEMBATAN POTROYUDAN DENGAN STRUKTUR KOMPOSIT BETON-BAJA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7945 <p>Jembatan Potroyudan merupakan infrastruktur transportasi penting yang dirancang untuk<br>menghubungkan daerah Potroyudan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Tugas besar ini membahas<br>perencanaan menyeluruh struktur jembatan tipe komposit dengan bentang sepanjang 31,00 meter dan lebar<br>8,50 meter untuk jalan kolektor kelas dua dengan satu jalur dua lajur. Struktur jembatan dirancang<br>menggunakan sistem rangka baja dengan lantai komposit beton, yang terdiri atas gelagar memanjang dan<br>gelagar melintang. Perencanaan mencakup analisis beban mati, beban hidup, beban truk, beban angin, dan<br>beban gempa sesuai standar SNI 1725:2016 [1]. Desain penulangan menggunakan mutu beton K350 (30<br>MPa) untuk struktur atas dan baja tulangan TS 250. Perancangan juga meliputi perencanaan abutment<br>dengan pondasi bore pile berdiameter 1,40 meter pada kedalaman 6,00 meter, serta bearing elastomer untuk<br>mendukung efisiensi perletakan struktur jembatan [1]. Kontrol desain dilakukan terhadap kelangsungan<br>penampang, kekompakan penampang, kapasitas geser, dan lendutan untuk memastikan keamanan dan<br>kenyamanan pengguna jalan. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa dimensi dan penulangan yang dipilih<br>telah memenuhi semua syarat keamanan dan kenyamanan.</p> Putra Dewa Maulana Anil Mustofa Pinkan Nova Amanda Nor Hidayati Yasira Khaira Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 227 235 PERENCANAAN PLTS ON-GRID 50 KWP DI MAVICA MAJU BERSAMA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7916 <div class="page" title="Page 70"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Kebutuhan energi listrik pada sektor industri dan komersial terus meningkat, mendorong perlunya solusi efisien dan berkelanjutan. Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) On-Grid menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi konvensional dan menekan biaya operasional. Perencanaan ini bertujuan untuk merancang sistem PLTS On-Grid berkapasitas 50 kWp di PT Mavica Maju Bersama, dengan menganalisis kebutuhan energi, melakukan perhitungan teknis dimensi sistem, dan menentukan spesifikasi komponen utama5. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis data iradiasi matahari, dan perhitungan dimensi sistem untuk menentukan jumlah modul PV, konfigurasi string seri-paralel, serta pemilihan perangkat proteksi dan inverter6666. Hasil perencanaan mencakup desain konfigurasi PV array (90 Modul 550 Wp) dan pembagian string yang optimal ke 4 MPPT Inverter 50 kWp, serta perhitungan estimasi produksi energi tahunan7. Perencanaan teknis ini menjadi dasar yang kuat untuk implementasi PLTS 50 kWp yang optimal dan efisien.</p> </div> </div> </div> Kurniawan Eka Saputra Muhammad Amiruddin Nur Aksin Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 70 75 PELAKSANAAN PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH BORED PILE TOWER 1 PADA PROYEK KONSTRUKSI TERINTEGRASI RANCANG & BANGUN PEMBANGUNAN TWIN TOWER PLEBURAN UNIVERSITAS DIPONEGORO https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7952 <p>Pembangunan Proyek Konstruksi Terintegrasi Rancang Bangun Pembangunan Twin Tower Pleburan Universitas Diponegoro menuntut sistem pondasi yang mampu menyalurkan beban besar dua menara setinggi ±60 meter pada kondisi tanah yang relatif padat dan berada di lingkungan terbangun. Metode yang digunakan berupa observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak proyek, studi dokumen (gambar kerja dan data teknis), serta dokumentasi foto selama periode kerja praktik 2 Januari–31 Maret 2025. Pekerjaan yang diamati meliputi tahapan persiapan, penentuan titik bored pile, pre-boring, pemasangan casing, pengeboran lanjutan, pemasangan tulangan bored pile dengan selimut beton 75 mm, pemasangan pipa tremie, serta pengecoran beton mutu fc’ 35 MPa menggunakan metode basah dengan polimer sebagai penstabil lubang bor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai slump beton (16–18 cm), kuat tekan beton umur 28 hari yang melampaui 35 MPa, serta kuat tarik baja tulangan BJTS 520 memenuhi persyaratan desain, sedangkan pengujian PDA menunjukkan daya dukung bored pile cukup untuk menahan beban rencana sehingga menjamin kinerja pondasi. Permasalahan lapangan seperti cuaca, kendala alat, dan kedalaman bor yang terbatas dapat diatasi melalui penyesuaian metode, penambahan titik bored pile tertentu, dan koordinasi intensif antar pihak proyek. Secara umum, pelaksanaan bored pile pada proyek ini dinilai berhasil mendukung stabilitas struktur bawah Twin Tower dengan penerapan manajemen mutu dan K3 yang baik, serta memberikan pengalaman aplikatif bagi mahasiswa dalam mengintegrasikan teori pondasi dengan praktik lapangan.</p> Adinda Ayu Dwi Lestari Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-17 2026-01-17 10 1 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN KOLOM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS PROF. AGUNG PUTRA SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7921 <p><span class="fontstyle0">Kolom merupakan salah satu elemen struktur utama pada bangunan bertingkat yang berfungsi menyalurkan beban dari struktur atas menuju fondasi. Metode pelaksanaan pekerjaan kolom yang tepat sangat berpengaruh terhadap efisiensi biaya, mutu hasil konstruksi, dan ketepatan waktu penyelesaian proyek. Proyek pembangunan Gedung Rektorat Universitas Prof. Agung Putra Semarang memiliki struktur kolom beton bertulang dengan mutu beton K-350, sehingga iperlukan pengendalian kualitas material dan pekerjaan yang ketat. Setiap tahap pekerjaan kolom, mulai dari penentuan as kolom, perakitan tulangan, pemasangan bekisting, hingga pengecoran beton, harus dilakukan sesuai standar dan spesifikasi teknis agar diperoleh kolom yang kuat, stabil, dan sesuai perencanaan. Selain itu, penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan pekerjaan kolom. Makalah ini membahas metode pelaksanaan pekerjaan kolom pada proyek tersebut, meliputi tahapan pelaksanaan, peralatan yang digunakan, pengendalian mutu, serta evaluasi terhadap hasil pekerjaan kolom di lapangan. Hasil pembahasan menunjukkan pentingnya perencanaan metode kerja yang adaptif dan penerapan pengawasan yang ketat untuk memastikan pekerjaan kolom memenuhi kriteria keamanan dan mutu yang dipersyaratkan.</span> </p> Haidar Ul Fadhli Zahi Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 389 393 PELAKSANAAN PEKERJAAN TIE BEAM PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KEDOKTERAN NUKLIR RSUP DR. KARIADI SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7958 <p>Abstrak <br>Pekerjaan tie beam merupakan salah satu elemen penting pada struktur bawah bangunan yang berfungsi <br>mengikat antar pondasi serta menjaga kestabilan struktur. Pada Proyek Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir <br>RSUP Dr. Kariadi Semarang, pelaksanaan pekerjaan tie beam menghadapi beberapa kendala lapangan seperti <br>keterbatasan akses proyek, kondisi lingkungan rumah sakit, serta tuntutan mutu struktur yang tinggi. Penelitian ini <br>bertujuan untuk menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan tie beam serta mengevaluasi kesesuaiannya terhadap <br>standar teknis yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui observasi lapangan <br>selama kegiatan Kerja Praktik, didukung dengan wawancara, studi dokumen proyek, dan pengujian mutu beton <br>menggunakan uji slump. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerjaan tie beam dilaksanakan melalui tahapan <br>persiapan, pengukuran, pemasangan tulangan, pemasangan bekisting, pengecoran beton secara berzona, <br>pembongkaran bekisting, dan curing beton. Beton yang digunakan memiliki mutu K-300 dengan nilai slump rata-rata <br>sekitar 11 cm, yang menunjukkan kelecakan beton cukup baik. Secara umum, pelaksanaan pekerjaan tie beam telah <br>sesuai dengan standar dan spesifikasi proyek. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis dalam <br>pelaksanaan pekerjaan tie beam pada proyek bangunan bertingkat dengan kondisi lapangan yang serupa, khususnya <br>pada lokasi dengan operasional aktif yang memerlukan strategi adaptif seperti sistem pengecoran berzona dan <br>penyesuaian waktu kerja. <br>Kata Kunci : metode pelaksanaan, pengendalian mutu, struktur bawah, struktur beton, tie beam.</p> Neti Kurniawati Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-26 2026-01-26 10 1 PEKERJAAN STRUKTUR KOLOM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG 8 LANTAI HOTEL WANASABA DI WONOSOBO https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7926 <p><span class="fontstyle0">Sebagai proyek konstruksi berukuran sedang, Hotel Wanasaba delapan lantai di Wonosobo memerlukan pengendalian mutu struktural yang ketat, khususnya pada elemen kolom sebagai struktur vertikal yang menahan beban dari balok dan pelat ke tanah. Tujuan magang ini adalah untuk mengamati, memahami, dan mencatat bagaimana pekerjaan kolom beton bertulang<br>diimplementasikan sesuai dengan persyaratan konstruksi. Pengamatan lapangan, dokumentasi, wawancara, dan analisis gambar kerja adalah pendekatan yang digunakan untuk memperoleh data. Penandaan, pemasangan bekisting, fabrikasi tulangan, perakitan tulangan, pengecoran beton berkualitas K-400, dan prosedur pengendalian mutu seperti uji kekuatan tekan silinder dan uji slump merupakan tahapan pelaksanaan pekerjaan. Temuan pengamatan menunjukkan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan SOP kontraktor dan standar SNI 2847:2019, meskipun kerja sama lintas sektor dapat membantu mengatasi tantangan seperti cuaca buruk dan keterlambatan material. Mahasiswa memperoleh pemahaman praktis tentang manajemen proyek, pengendalian mutu, dan implementasi teknis struktur nyata melalui latihan ini.</span> </p> Anis Triyani Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 408 413 PEKERJAAN STRUKTUR KOLOM PEMBANGUNAN GEDUNG IBRAHIM TOWER RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7899 <p>Pekerjaan struktur kolom merupakan salah satu elemen paling krusial dalam proyek pembangunan Gedung Ibrahim Tower Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang karena berfungsi sebagai penopang utama beban vertikal dan lateral bangunan bertingkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses pelaksanaan pekerjaan kolom yang meliputi tahap marking, pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran, serta curing beton. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan observasi lapangan, wawancara dengan pelaksana dan pengawas proyek, serta studi dokumen berupa gambar kerja dan spesifikasi teknis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap tahapan pekerjaan telah dilaksanakan sesuai standar konstruksi, khususnya SNI 2847:2019, sehingga struktur kolom memiliki ketelitian dimensi, kualitas beton, dan kelurusan vertikal yang baik. Penerapan concrete vibrator pada proses pengecoran mampu meminimalkan rongga udara, sementara penggunaan beton decking menjaga selimut beton tetap sesuai ketentuan. Meskipun<br>demikian, aspek keselamatan kerja dan pengawasan bekisting perlu ditingkatkan agar tidak terjadi risiko kecelakaan maupun cacat permukaan kolom. Secara keseluruhan, pelaksanaan pekerjaan struktur kolom pada proyek ini telah memenuhi standar mutu dan layak menjadi referensi teknis untuk pekerjaan struktur pada bangunan bertingkat lainnya</p> Intan Budiyanita Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 295 299 Implementasi dan Analisis Pemasangan PLTS ON-GRID 50 Kw di Mavica Maju Bersama https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7933 <p>Meningkatnya kebutuhan listrik mendorong penggunaan energi terbarukan sebagai alternatif yang lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) adalah solusi yang bagus untuk meningkatkan efisiensi energi di bidang bisnis dan industri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja dan implementasi PLTS On-Grid berkapasitas 50 kW yang dipasang di Mavica Maju Bersama. Analisis teknis instalasi, pemantauan produksi energi, dan evaluasi aspek ekonomi dan lingkungan adalah metode yang digunakan. Untuk mengetahui kontribusi PLTS dalam mengurangi penggunaan listrik PLN, data produksi energi dibandingkan dengan konsumsi energi. Selain itu, rasio kinerja, faktor kapasitas, potensi penghematan biaya, dan pengurangan emisi CO2 juga dihitung. Analisis menunjukkan bahwa penerapan PLTS On-Grid 50 kW membantu menurunkan biaya operasional listrik dan mendukung keberlanjutan energi di lokasi tersebut. Oleh karena itu, penerapan PLTS ini merupakan langkah strategis untuk mendorong penggunaan energi terbarukan di lingkungan industri dan komersial.&nbsp;</p> Eka Bima Satria Muhammad Amirudin Imadudin Harjanto Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 311 317 STUDI PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BANK BTN JABABEKA MENGGUNAKAN SOFTWARE SAP2000 https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7904 <p>Aspek penting dalam konstruksi adalah perencanaan struktur gedung yang tahan gempa untuk<br>menjamin keamanan bangunan. Studi ini berfokus pada analisis perencanaan struktur tahan gempa,<br>meliputi kajian prinsip desain, teknik pemodelan, dan evaluasi respons seismik sesuai ketentuan standar<br>terbaru. Metode analisis melibatkan pemodelan struktur menggunakan analisis statis ekivalen dan<br>analisis dinamis respons spektrum untuk menentukan gaya gempa dan perilaku deformasi. Studi ini<br>menemukan bahwa pemilihan sistem struktural, konfigurasi bangunan, dan detail penulangan elemen<br>struktural memiliki pengaruh besar pada kemampuan bangunan menyerap energi seismik. Selain itu,<br>kinerja seismik bangunan ditingkatkan melalui integrasi daktilitas, penerapan faktor reduksi gempa yang<br>tepat, dan kontrol simpangan antar-lantai. Kesimpulannya, perencanaan struktural yang didukung oleh<br>analisis komprehensif dan kepatuhan terhadap standar perencanaan mutakhir adalah syarat mutlak<br>untuk mencapai tingkat keandalan bangunan yang tinggi saat menghadapi gempa.</p> Ahmad Aqila Karim Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 20 25 PERMODELAN STRUKTUR GEDUNG BPKB POLRES SIDOARJO DENGAN SOFTWARE SAP2000 https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7938 <p>Permodelan struktur merupakan tahap penting dalam proses perencanaan bangunan gedung karena berfungsi untuk menggambarkan perilaku struktur secara komprehensif terhadap pembebanan yang bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan permodelan tiga dimensi (3D) struktur Gedung BPKB Polres Sidoarjo menggunakan perangkat lunak SAP2000 serta mendeskripsikan karakteristik dan respon dasar struktur tanpa memasukkan pengaruh beban gempa. Permodelan dilakukan berdasarkan data gambar rencana dan spesifikasi teknis bangunan yang mencakup elemen-elemen struktur utama seperti kolom sebagai elemen tekan, balok sebagai elemen lentur, plat lantai sebagai elemen pembagi beban, dan sloof sebagai balok pengikat bawah. Proses permodelan dimulai dari pendefinisian material, geometri struktur, penampang elemen, hingga penerapan beban mati dan beban hidup sesuai fungsi ruang. Hasil permodelan menunjukkan bahwa SAP2000 mampu merepresentasikan konfigurasi struktur secara detail dan menampilkan respons struktur berupa gaya aksial, gaya geser, momen lentur, serta deformasi elemen. Respon yang dihasilkan memberikan gambaran perilaku dasar struktur dan memastikan bahwa permodelan telah sesuai dengan konfigurasi desain. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam permodelan struktur bangunan bertingkat menggunakan SAP2000, khususnya untuk kebutuhan visualisasi, studi awal, dan pemahaman sistem rangka ruang tanpa analisis gempa.</p> Arga Ahmad Fahreza Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 325 334 Rencana Anggaran Biaya Pembangunan Pondasi Lajur Kantor dan Rumah Singgah Po. Exindo 57-Jatim https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7909 <p><span class="fontstyle0">Pembangunan Kantor dan Rumah Singgah PO Exindo 57-Jatim membutuhkan perencanaan pondasi lajur yang tepat sebagai dasar kekuatan struktur, sehingga diperlukan proses perencanaan yang sistematis dan sesuai standar konstruksi. Artikel ini membahas isu pokok terkait pentingnya ketelitian dalam membaca gambar kerja, ketepatan perhitungan volume pekerjaan, serta penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat pada tahap awal pembangunan. Tujuan penulisan ini adalah memberikan gambaran sederhana namun lengkap mengenai tahapan perencanaan pondasi lajur yang dilakukan selama kegiatan magang di PT Bowita Proporsi Utama Semarang, serta menunjukkan bagaimana proses tersebut berperan dalam menentukan kelayakan teknis dan efisiensi biaya suatu proyek. Metode yang digunakan berupa studi dokumen, analisis gambar kerja, perhitungan volume, serta penyusunan RAB berdasarkan harga satuan. Seluruh pendekatan dilakukan dengan mengikuti standar konstruksi yang berlaku agar hasil perencanaan dapat dipertanggungjawabkan. Hasil kegiatan meliputi dokumen perencanaan awal berupa gambar detail pondasi lajur, tabel perhitungan kebutuhan material, dan estimasi biaya pekerjaan sebagai acuan awal pelaksanaan konstruksi. Artikel ini diharapkan dapat membantu pembaca untuk memahami tahapan dasar dalam perencanaan pondasi lajur serta pentingnya analisis perhitungan dan penyusunan biaya dalam sebuah proyek konstruksi.</span> </p> Dina Witri Fakhmi Muyassaroh Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 117 122 RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT MINUMAN PROBIOTIK DARI LIMBAH SUSU https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7943 <p>Abstrak <br>Dalam pengolahan susu, seringkali menyisakan sisa atau limbah yang tidak digunakan jika bahan yang diolah <br>dalam volume besar. Whey yaitu limbah cair dari hasil pengolahan susu, jika diolah lagi bisa menghasilkan bahan <br>yang bermanfaat, seperti bahan pakan ternak, whey protein powder, atau sebagai bahan fermentasi. Untuk mengolah <br>Whey, membutuhkan mesin yang bisa mengontrol suhu, dan mengontrol pH. Dalam penelitian ini membahas <br>perancangan mesin yang bisa mengolah Whey menjadi minuman probiotik, dengan menggunakan instrument PLC, <br>Heater, Termokopel PT100, pH meter, Inverter, pompa, motor dan agitator pengaduk. Dari hasil pembuatan alat, <br>dapat mengontrol suhu di rentang 37 – 42 °C, mengontrol pH di rentang 4,5 – 5,0. Hasil Uji menunjukkan bahwa <br>mesin mampu menjaga suhu dan pH sesuai batas rentang atau toleransi yang ditetapkan dalam waktu 6-12 jam. <br>Kata Kunci: Limbah Susu, PLC, Heater, pH Meter, Minuman Probiotik</p> Wahyu Teguh Laksono Bambang Hadi Kunaryo Kunaryo Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 ANALISIS PERAN SISTEM PEMBUMIAN TERHADAP KESELAMATAN DAN KEANDALAN OPERASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD) https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7914 <p>Pembumian (grounding) merupakan salah satu aspek fundamental dalam menjaga keselamatan dan<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>keandalan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Sistem pembumian berfungsi sebagai jalur<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>pengaman untuk mengalirkan arus gangguan ke tanah sehingga dapat mencegah kerusakan peralatan,<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>mengurangi risiko sengatan listrik, serta menstabilkan tegangan sistem. Penelitian ini bertujuan untuk<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>menganalisis peran, fungsi, dan tingkat efektivitas pembumian dalam menjaga kontinuitas operasi PLTD.<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>Metode yang digunakan meliputi studi literatur, analisis teknis sistem grounding pada pembangkit, serta<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>evaluasi parameter resistansi tanah berdasarkan standar PUIL dan IEEE. Hasil analisis menunjukkan<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>bahwa nilai resistansi grounding yang rendah mampu meningkatkan sensitivitas sistem proteksi,<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>menurunkan tegangan sentuh berbahaya, dan memaksimalkan performa peralatan seperti generator,<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>panel distribusi, dan transformator. Selain itu, pembumian yang baik terbukti efektif dalam mereduksi<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>surja tegangan akibat petir dan gangguan switching. Kesimpulannya, sistem pembumian yang dirancang<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>sesuai standar sangat berpengaruh terhadap keselamatan kerja, keandalan operasi, dan kualitas daya<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span>pada PLTD, sehingga perlu diperhatikan dalam perancangan, pemasangan, maupun pemeliharaannya.<span class="Apple-converted-space">&nbsp;</span></p> Sofiyullah Bagus Satrio Afeef Kurnia Rahmawan Affandi Faisal Kurniawan Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 57 61 RANCANG BANGUN PANEL SUB DISTRIBUTION PANEL (SDP) TIPE FREESTANDING DENGAN SISTEM BUSBAR TERINTEGRASI PADA PROYEK RS SANTA MARIA PEMALANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7950 <p>Keandalan pasokan energi listrik pada fasilitas kesehatan merupakan parameter kritis yang berdampak langsung pada operasional medis dan keselamatan pasien. Ketidakstabilan distribusi daya dapat berisiko fatal terhadap peralatan elektromedis yang sensitif. Penelitian ini membahas implementasi rancang bangun Sub Distribution Panel (SDP) tipe Freestanding sebagai solusi distribusi daya sekunder pada Proyek RS Santa Maria Pemalang. Tujuan utama perancangan ini adalah menghasilkan sistem panel yang memenuhi standar keamanan tinggi, kemudahan perawatan, dan efisiensi distribusi beban.</p> <p>Metodologi yang diterapkan meliputi analisis spesifikasi teknis berdasarkan Single Line Diagram (SLD), perakitan struktur mekanikal modular yang presisi, serta teknik fabrikasi busbar tembaga yang mencakup perhitungan dimensi bending dan penerapan manajemen torsi pada setiap sambungan. Sistem proteksi diintegrasikan menggunakan Molded Case Circuit Breaker (MCCB) yang didukung oleh manajemen termal aktif dan sistem metering digital. Validasi kualitas dilakukan melalui serangkaian pengujian yang meliputi uji kontinuitas, uji resistansi isolasi, dan uji fungsi mekanikal (functional test). Hasil akhir menunjukkan bahwa panel SDP yang dirancang mampu beroperasi sesuai spesifikasi teknis, memenuhi standar PUIL, dan siap menjamin kontinuitas distribusi daya di lingkungan rumah sakit.</p> Habib Purnama Putra Bambang Hadi Kunaryo Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-17 2026-01-17 10 1 PERENCANAAN INSTALASI PEMASANGAN CCTV GEDUNG MESS GETS HOTEL DENGAN MANAJEMEN IP ADDRESS BERBASIS ZONASI LANTAI https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7919 <div class="page" title="Page 76"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Keamanan aset dan keselamatan karyawan merupakan prioritas utama dalam manajemen operasional hotel, khususnya pada area fasilitas pendukung seperti gedung tempat tinggal karyawan (Mess). Saat ini, kendala utama dalam sistem keamanan adalah sulitnya pelacakan gangguan jaringan pada perangkat pemantau yang terpasang. Makalah ini membahas perencanaan instalasi sistem Closed Circuit Television (CCTV) berbasis Network Video Recorder (NVR) dengan penerapan manajemen pengalamatan IP (IP Addressing) yang terstruktur per lantai. Metode yang digunakan meliputi survei lokasi untuk penentuan titik kamera, perancangan topologi jaringan berbasis Power over Ethernet (PoE), serta penerapan strategi segmentasi IP statis. Perencanaan ini menghasilkan desain instalasi 10 titik kamera yang terbagi ke dalam dua zona jaringan (Lantai 1 dan Lantai 2). Hasil simulasi konfigurasi menunjukkan bahwa pemisahan segmen IP berdasarkan lantai dapat mempercepat proses identifikasi kerusakan (troubleshooting) dan meningkatkan efisiensi pemeliharaan sistem keamanan oleh departemen engineering.</p> </div> </div> </div> Hidayat Widiyanto Ganjar Winasis Irna Farikhah Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 76 81 ANALISIS PEKERJAAN SLOOF DAN KOLOM PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7956 <p>Pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang <br>dengan fokus utama pada pengamatan dan pelaksanaan pekerjaan struktur sloof dan kolom. Kegiatan ini <br>bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami proses konstruksi, <br>metode pelaksanaan, serta pengendalian mutu di lapangan. Pekerjaan sloof meliputi pembersihan lokasi, <br>galian tanah, pemasangan tulangan, pemasangan bekisting, pengecoran, dan pembongkaran bekisting. <br>Sementara itu, pekerjaan kolom mencakup pembesian, pemasangan bekisting, pengecoran beton, serta <br>perawatan beton. Seluruh pekerjaan dilakukan sesuai dengan shop drawing dan standar teknis yang berlaku <br>menggunakan beton ready mix mutu Fc’35 MPa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ketelitian pada <br>setiap tahapan pekerjaan serta penerapan K3 yang baik berpengaruh signifikan terhadap kualitas struktur. <br>Kerja Praktik ini memberikan pemahaman mendalam mengenai proses konstruksi dan penerapan teori <br>struktur bangunan di lapangan.</p> Wahyu Arrahnu Giharyanto Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-18 2026-01-18 10 1 PELAKSANAAN PEKERJAAN BALOK DAN PLAT LANTAI PADA PROYEK PEMBANGUNAN HOTEL WANASABA https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7924 <p><span class="fontstyle0">Kegiatan kerja praktik ini membahas proses pelaksanaan pekerjaan balok dan plat lantai pada Proyek Pembangunan Hotel Wanasaba di Wonosobo. Selama kegiatan berlangsung, penulis melakukan pengamatan secara langsung terhadap beberapa tahap utama pekerjaan struktur, seperti persiapan, pemasangan bekisting, penulangan, pengecoran, hingga perawatan beton. Melalui pengamatan tersebut, penulis memperoleh pemahaman mengenai penerapan teori struktur beton bertulang dalam kondisi nyata di lapangan. Pekerjaan balok dan plat lantai pada proyek ini menggunakan mutu beton K-300 serta tulangan berdiameter D10, D13, dan D16 sesuai spesifikasi. Pengendalian mutu dilakukan melalui uji slump dan uji kuat tekan. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti cuaca dan koordinasi pekerjaan, seluruh proses dapat diselesaikan sesuai standar teknis. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga mengenai pelaksanaan konstruksi dan pengelolaan pekerjaan struktur di lapangan.</span> </p> Novita Fitriani Gusely Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 397 404 PEKERJAAN STRUKTUR TANGGA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS PROF. AGUNG KOTA SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7961 <p>Abstrak <br>Tangga merupakan elemen struktur penting pada bangunan bertingkat yang berfungsi sebagai <br>sarana sirkulasi vertikal sekaligus jalur evakuasi, sehingga memerlukan perencanaan dan <br>pelaksanaan yang memenuhi aspek keamanan, kenyamanan, dan kekuatan struktur. Pada Proyek <br>Pembangunan Gedung 9 Lantai Universitas Prof. Agung Putra, pekerjaan struktur tangga <br>dilaksanakan secara terpisah dari pengecoran struktur utama, namun tetap diintegrasikan melalui <br>sistem penjangkaran tulangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pelaksanaan <br>pekerjaan struktur tangga beton bertulang, mulai dari tahap persiapan hingga pembongkaran <br>bekisting dan perawatan beton, serta meninjau kesesuaiannya dengan standar teknis yang berlaku. <br>Metode yang digunakan adalah studi deskriptif melalui observasi langsung di lapangan, didukung <br>oleh data gambar perencanaan, catatan teknis proyek, dan ketentuan SNI 2847:2019. Hasil <br>penelitian menunjukkan bahwa dimensi tangga, meliputi tanjakan (optrade) dan injakan (aantrade), <br>serta detail penulangan dan mutu beton K-300 telah diterapkan sesuai dengan perencanaan dan <br>standar teknis, sehingga menghasilkan struktur tangga yang kokoh, aman, dan nyaman digunakan. <br>Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa kesesuaian antara desain perencanaan dan <br>pelaksanaan di lapangan menjadi faktor utama keberhasilan pekerjaan struktur tangga. Temuan ini <br>diharapkan dapat menjadi referensi dalam pelaksanaan konstruksi tangga beton bertulang pada <br>bangunan bertingkat sejenis. <br>Kata Kunci: Tangga, metode konstruksi, bekisting, tulangan, beton bertulang</p> Dwi Agus Prasetyo Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-26 2026-01-26 10 1 382 388 METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN TIEBEAM DAN PILECAP PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PARKIR RS.MARDIRAHAYU KUDUS https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7929 <p><span class="fontstyle0">Kerja Praktik merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman, wawasan, serta kemampuan mahasiswa dalam memahami kondisi pekerjaan konstruksi secara nyata di lapangan. Kegiatan Kerja Praktik ini dilaksanakan pada Proyek Pembangunan Gedung Parkir Rumah Sakit<br>Mardi Rahayu Kudus yang dikerjakan oleh PT Purikencana Mulyapersada. Proyek tersebut memiliki luas bangunan sekitar ± 8.028 m² dengan jumlah lima lantai yang difungsikan sebagai fasilitas parkir kendaraan. Selama pelaksanaan kerja praktik, kegiatan yang dilakukan meliputi pengamatan, pendokumentasian, serta keterlibatan langsung dalam proses pelaksanaan pekerjaan struktur bawah, khususnya pekerjaan pile cap dan tie beam. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh pemahaman mengenai penggunaan peralatan konstruksi, material bangunan, sistem manajemen proyek, serta penerapan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan proyek. Hasil dari kegiatan kerja praktik menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan struktur<br>harus dilaksanakan sesuai dengan standar teknis, shop drawing, serta Rencana Kerja dan Syarat (RKS) agar menghasilkan struktur yang kuat, aman, dan sesuai dengan perencanaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung terkait proses konstruksi di lapangan, koordinasi antar pihak yang terlibat dalam proyek, serta penerapan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik nyata.</span></p> Bagas Hermawan Ma’arif Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 417 421 PENYEBAB KETIDAKSEMPURNAAN PERMUKAAN KOLOM DAN UPAYA PERBAIKAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG LABORATORIUM FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WAHID HASYIM SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7902 <p>Penelitian ini membahas penyebab ketidaksempurnaan permukaan kolom dan upaya perbaikannya pada<br>Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim Semarang.<br>Permasalahan yang ditemukan di lapangan meliputi permukaan kolom yang tidak rata, timbulnya lubanglubang<br>kecil (honeycomb). Berdasarkan hasil observasi, penyebab utama ketidaksempurnaan tersebut<br>adalah proses pemadatan beton yang kurang optimal akibat penggunaan concrete vibrator yang tidak<br>merata, kebocoran bekisting saat pengecoran, serta pencampuran beton yang kurang homogen. Untuk<br>memperbaiki cacat tersebut, dilakukan beberapa langkah, antara lain pembersihan bagian beton yang<br>rusak, penutupan rongga dengan non-shrink grout, serta perataan ulang permukaan kolom menggunakan<br>mortar khusus perbaikan beton. Setelah perbaikan, dilakukan pemeriksaan visual dan uji kekuatan tekan<br>untuk memastikan mutu beton tetap sesuai standar f’c 30 MPa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode<br>perbaikan tersebut efektif mengembalikan fungsi struktural kolom dan memperbaiki tampilan permukaan<br>beton. Studi ini menekankan pentingnya pengawasan mutu beton, ketepatan teknik pemadatan, serta<br>kondisi bekisting yang baik untuk menghasilkan kolom dengan permukaan yang sempurna dan sesuai<br>spesifikasi teknis.</p> Muhammad Alahuddin Widoyono Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 8 11 PEKERJAAN STRUKTUR BALOK DAN PLAT LANTAI PROYEK PEMBANGUNAN IBRAHIM TOWER RUMAH SAKIT ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7936 <p>Pembangunan gedung Ibrahim Tower di Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang adalah usaha untuk meningkatkan fasilitas kesehatan dan kapasitas pelayanan medis. Salah satu fokus utama dalam proyek ini adalah konstruksi struktur atas yang mencakup balok dan plat lantai, yang memainkan peran penting dalam kekuatan serta stabilitas keseluruhan bangunan. Artikel ini membahas cara penerapan manajemen konstruksi pada balok dan plat lantai, yang terdiri dari langkah-langkah persiapan, pembekistingan, penulangan, pengecoran, pemeliharaan beton, serta pengendalian kualitas.Untuk mendapatkan data pelaksanaan, digunakan metode observasi lapangan dan dokumentasi.Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembangunan struktur dilakukan sesuai dengan standar teknis, seperti pemakaian beton dengan mutu f’c 35 MPa, pengujian slump, penggunaan beton decking, pemasangan tulangan sesuai dengan shop drawing, serta pengecoran menggunakan concrete pump. Pengawasan mutu dilakukan dengan mengecek elevasi dan dimensi, serta melakukan uji material. Penerapan manajemen waktu dan kualitas terbukti berhasil mengurangi kesalahan selama pelaksanaan di lapangan.Dengan pengelolaan yang baik, proses struktur balok dan plat lantai berjalan dengan efektif dan menghasilkan konstruksi yang memenuhi spesifikasi yang direncanakan.</p> Lika Sartika Putri Agung Kristiawan Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 38 40 PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 8 LANTAI https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7907 <p><span class="fontstyle0">Perencanaan struktur bangunan merupakan tahap kritis dalam mendapatkan konstruksi yang aman dan ekonomis. Penelitian ini menganalisis perencanaan struktur gedung 8 lantai Ulama. Metodologi penelitian menggunakan permodelan dengan software SAP 2000 untuk menganalisis gaya dalam dan regangan pada elemen struktur. Penelitian mencakup perencanaan komprehensif meliputi pelat atap dengan tebal 100 milimeter dan tulangan tumpuan arah X diameter 10 jarak 150 milimeter, pelat lantai dengan tebal 120 milimeter dan tulangan tumpuan arah X diameter 10 jarak 100 milimeter, balok induk dengan dimensi 25 x 50 sentimeter dan tulangan pokok tumpuan 5 diameter 19, balok anak dengan dimensi 20 x 35 sentimeter, kolom dengan dimensi 50 x 50 sentimeter dengan tulangan pokok 12 diameter 19, perencanaan lift jenis Hitachi VFI-700-CO90, perencanaan tangga dengan<br>optrede 18 sentimeter dan antrade 30 sentimeter, serta pondasi tiang pancang dengan diameter 0,4 meter. Hasil perencanaan menunjukkan bahwa semua elemen struktur memiliki kapasitas memadai untuk menahan beban kombinasi. Kesimpulannya, struktur gedung 8 lantai telah direncanakan sesuai dengan persyaratan keamanan dan kenyamanan bangunan, dengan detail penulangan yang telah dioptimalkan berdasarkan analisis gaya dalam yang komprehensif menggunakan perangkat lunak analisis struktur modern.</span> </p> Firman Nur Wahyu Mita Agustin Jafar Nor Hidayati Muhammad Masyariel Haroom Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-14 2026-01-14 10 1 104 107 ANALISIS KESELAMATAN LALU LINTAS DI JALAN PECANGAAN-DAMARAN KM 5 DESA DAMARJATI KALINYAMATAN JEPARA (STUDI KASUS DEPAN PT SAMWON BUSANA INDONESIA JEPARA) https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7941 <p>Wilayah Jepara dikenal sebagai salah satu sentra industri garmen nasional, termasuk keberadaan PT Samwon Busana Indonesia yang berlokasi di ruas Jalan Pecangaan-Damaran, Kabupaten Jepara. Aktivitas industri yang padat dikawasan ini berdampak pada meningkatnya permasalahan lalu lintas, seperti kemacetan, pelanggaran aturan, hingga kecelakaan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek keselamatan lalu lintas di ruas jalan tersebut dengan menganalisis volume kendaraan, hambatan sampimg,<br>aktivitas bangkitan dan tarikan kendaraan, serta konflik lalu lintas dengan metode Traffic Conflict Technique (TCT). Hasil studi menunjukkan bahwa arus kendaraan saat jam sibuk melampaui kapasitas jalan, nilai derajat kejenuhan cukup tinggi, dan masih terdapat kekurangan dalam fasilitas keselamatan seperti rambu dan marka jalan. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan dari segi desain jalan, penambahan perlengkapan keselamatan, serta penataan parkir dan aktivitas pedagang kaki lima untuk menciptakan lingkungan lalu lintas yang lebih aman.</p> Zuliana Pertiwi Nor Hidayati Yayan Adi Saputro Suryo Adi Legowo Yunika Putri Noor Riskiani Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 199 210 IMPLEMENTASI LOGIKA FUZZY PADA SISTEM PENGEREMAN OTOMATIS (AUTOMATIC BRAKING SYSTEM) ROBOT MOBIL BERDASARKAN JARAK OBJEK https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7912 <p><em>Perancangan sistem keselamatan aktif pada kendaraan merupakan aspek krusial untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas yang sering disebabkan oleh kelalaian pengemudi. Penelitian ini mengusulkan pengembangan prototipe robot mobil yang dilengkapi dengan Sistem Pengereman Otomatis (Automatic Braking System). Metode yang diimplementasikan untuk sistem pengambilan keputusan adalah Logika Fuzzy (Fuzzy Logic), yang dipilih karena efektivitasnya dalam memodelkan sistem kontrol tanpa memerlukan model matematis yang kompleks serta kemampuannya menangani ketidakpastian data sensor. Prototipe ini dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai unit kendali utama, dengan sensor ultrasonik HC-SR04 sebagai masukan untuk mendeteksi jarak objek di depan robot secara real-time. Output dari kontroler fuzzy berupa perintah pengaturan Pulse Width Modulation (PWM) pada motor DC, yang berfungsi mengatur tingkat deselerasi (perlambatan) kecepatan motor hingga pengereman penuh saat jarak objek mendekati batas tidak aman. Dengan Logika Fuzzy, robot dapat meniru penalaran manusia dalam menentukan intensitas pengereman yang tepat berdasarkan jarak terukur. Hasil pengujian menunjukkan bahwa robot mampu melakukan pengereman secara otomatis dan berhenti pada jarak aman ketika mendeteksi objek di lintasannya, sehingga sistem ini layak diimplementasikan sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan teknologi keselamatan cerdas.</em></p> Tazkiya Nafsil Muna Adit Lusandi Imadudin Harjanto Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 170 181 RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT MINUMAN PROBIOTIK DARI LIMBAH SUSU https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7948 <p>Abstrak <br>Dalam pengolahan susu, seringkali menyisakan sisa atau limbah yang tidak digunakan jika bahan yang diolah <br>dalam volume besar. Whey yaitu limbah cair dari hasil pengolahan susu, jika diolah lagi bisa menghasilkan bahan <br>yang bermanfaat, seperti bahan pakan ternak, whey protein powder, atau sebagai bahan fermentasi. Untuk mengolah <br>Whey, membutuhkan mesin yang bisa mengontrol suhu, dan mengontrol pH. Dalam penelitian ini membahas <br>perancangan mesin yang bisa mengolah Whey menjadi minuman probiotik, dengan menggunakan instrument PLC, <br>Heater, Termokopel PT100, pH meter, Inverter, pompa, motor dan agitator pengaduk. Dari hasil pembuatan alat, <br>dapat mengontrol suhu di rentang 37 – 42 °C, mengontrol pH di rentang 4,5 – 5,0. Hasil Uji menunjukkan bahwa <br>mesin mampu menjaga suhu dan pH sesuai batas rentang atau toleransi yang ditetapkan dalam waktu 6-12 jam. <br>Kata Kunci: Limbah Susu, PLC, Heater, pH Meter, Minuman Probiotik</p> Wahyu Teguh Laksono Bambang Hadi Kunaryo Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 335 344 MANAJEMEN TEGANGAN SISA UNTUK MEREDUKSI KEGAGALAN SAMBUNGAN LAS REL KERETA API https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7917 <div class="page" title="Page 82"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p>Pemanasan dan pendinginan di akhir proses pengelasan dapat menyebabkan tegangan sisa permanen dan tetap ada pada sambungan las. Studi ini melakukan bertujuan mengelola tegangan sisa pada logam dasar dan zona yang terkena panas dari sambungan rel yang dilas dengan pengelasan busur logam terlindung manual, dan menbandinkannya dengan hasil pengelasan termit yang umum digunakan untuk pengelasan rel. Penelitian ini mendukung kelayakan pengelasan untuk rel. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah rel tipe R-54, dan prosedur yang digunakan adalah dua sampel rel sepanjang satu meter masing-masing, dilas menggunakan pengelasan busur logam terlindung manual dan pengelasan termit sebagai pembanding. Logam dasar dan zona yang terkena panas dari sambungan las dipindai dengan difraksi sinar neutron. Pemindaian menghasilkan pola spektrum dan mengungkapkan arah tegangan sisa beserta pola tersebut. Dari penelitian ditemukan nilai regangan yang terkandung dalam kedua jenis sambungan las dengan melihat nilai mikroregangan, dan diperoleh menggunakan persamaan Bragg. Hasil menunjukkan bahwa besaran dan arah tegangan sisa yang dihasilkan oleh pengelasan busur logam terlindung manual dan pengelasan termit tidak sama. Pengelasan termit menghasilkan tegangan sisa lebih rendah dibanding pengelasan busur logam terlindung manual. Hasil tegangan sisa dari pengelasan busur logam terlindung manual dan pengelasan termit masih di bawah kekuatan luluh logam dasar.</p> </div> </div> </div> Yurianto Althesa Androva Hisyam Ma'mun Muhammad Budi Haryono Rifki Hermana Yuris Setyoadi Sri Nugroho Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-15 2026-01-15 10 1 82 90 PEKERJAAN STRUKTUR BALOK PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG REKTORAT AGUNG PUTRA UNIVERSITY https://conference.upgris.ac.id/index.php/sens/article/view/7953 <p>Pekerjaan struktur balok merupakan salah satu komponen penting dalam konstruksi bangunan <br>bertingkat karena berfungsi menyalurkan beban dari pelat lantai menuju elemen vertikal, yaitu kolom dan <br>pada akhirnya diteruskan ke pondasi. Pada proyek Pembangunan Gedung Rektorat Agung Putra <br>University, pelaksanaan pekerjaan balok dilakukan dengan mengacu pada standar SNI 2847:2019, <br>meliputi tahapan persiapan, pemasangan scaffolding, pemasangan bekisting, penulangan, pengecoran, <br>perawatan beton, serta pembongkaran bekisting. Penelitian ini disususn menggunalan metode observasi <br>lapangan, wawancara, dan strudi literatur untuk memperoleh data teknis terkait proses konstruksi. Hasil <br>pengamatan menunjukkan bahwa kualitas pekerjaan balok sangat dipengaruhi oleh ketepatan pemasangan <br>bekisting, posisi tulangan, mutu beton, dan proses pengecoran. Selain itu pengawasan yang konsisten dan <br>penerapan standar konstruksi mampu meminimalkan potensi cacat struktural seperti keropos pada balok, <br>retak dan ketidaksesuaian dimensi. Dengan pelaksanaan yang sesuai prosedur, pekerjaan balok pada <br>proyek ini dapat mencapai kualitas dan kekuatan struktur yang memenuhi spesifikasi teknis.</p> Nanda Fitria Copyright (c) 2026 Science and Engineering National Seminar (SENS) 2026-01-18 2026-01-18 10 1