NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM CERITA RAKYAT LUWENG SILUMAN MANDALIKA DI KABUPATEN JEPARA

Authors

  • Mohammad Kanzunnudin Universitas Muria Kudus
  • Irfai Fathurohman Universitas Muria Kudus
  • Ahmad Hariyadi Universitas Muria Kudus
  • Sukarjo Waluyo Universitas Diponegoro
  • Aletta Dewi Maria Th STIE Pari Semarang

Keywords:

kearifan lokal, cerita rakyat, Luweng Siluman Mandalika

Abstract

Peneleitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kearifan lokal yang terdapat dalam cerita rakyat “Luweng Silumaan Mandalika. Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber datanya, yakni tokoh masyarakat, guru, penulis cerita, ustad, juri kunci, dan pencerita yang memahami cerita lisan “Luweng Siluman Mandalika”. Datanya berupa kata, frasa, klausa, kalimat, dan faragraf hasil wawancara dengan para narasumber yang sudah ditranskripsi. Keabsahan data menggunakan trianggulasi narasumber, waktu, dan teknik. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan menarik simpulan. Hasil penelitian membuktikan bahwa cerita rakyat “Luweng Siluman Mandalika” Jepara, memiliki nilai kearifan lokal dimensi kedamaian berupa (1) kesopansantunan, (2) kejujuran, (3) kesetikawanan sosial, (4) kerukunan, (5) komitmen, (6) berpikir positif, dan (7) rasa syukur. Adapun kearifan lokal dimensi kesejahteraan meliputi (1) disiplin, (2) kerja keras, (3) pendidikan, (4) kesehatan, (5) gotong royong, dan (6) peduli lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa cerita rakyat “Luweng Siluman mandalika” merupakan cerita lisan yang memiliki nilai kearifan lokal sangat kuat. Oleh sebab itu, cerita rakyat “Luweng Siluman Mandalika” merupakan hasil kebudayaan masyarakat pemilik cerita yang bernilai adiluhung.

Downloads

Published

2023-12-28