METAFORA PENDIDIKAN DI LINGKUNGAN ORANG JAWA

Authors

  • Ari Wulandari Universitas PGRI Yogyakarta
  • Noni Sukmawati Universitas Andalas Padang
  • Muncar Tyas Palupi Universitas PGRI Yogyakarta

Keywords:

metafora, kearifan lokal, pendidikan, kehidupan Jawa

Abstract

Orang Jawa senang menggunakan metafora karena melambangkan atau menggambarkan sesuatu dengan lebih mudah. Metafora lahir karena keterbatasan kosakata bahasa. Data penelitian ini menggunakan metafora pendidikan berbahasa Jawa di lingkungan orang Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk metafora pendidikan dalam bahasa Jawa, jenis-jenis metafora pendidikan dalam bahasa Jawa, dan nilai-nilai kearifan lokal dalam metafora pendidikan berbahasa Jawa. Penelitian ini menggunakan desain kontekstual. Pengumpulan data mengacu pada teknik catat, observasi partisipasi, dan wawancara. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa bentuk metafora pendidikan terdiri dari dua belas pola, yaitu (1) nomina-adjectiva, (2) nomina-verba, (3) verba-nomina, (4) verba-verba, (5) adjectiva-adjectiva, (6) adjectiva-adverbial, (7) verba- adverbial-nomina-adverbial, (8) verba-nomina, verba-verba-nomina, (9) nomina-verba, adjectiva-verba, (10) adjektiva-verba, adjectiva-verba, adjektiva-verba, adjectiva-verba, (11) adjectiva-adjectiva, adjectiva-adjectiva, adjectiva-adjectiva, dan (12) bentuk beku. Jenis metafora pendidikan ada tiga, yaitu (1) metafora manusia, (2) metafora tumbuhan, dan (3) metafora keadaan alam. Ranah kehidupan yang ada dalam metafora pendidikan ada lima hal, yaitu (1) ekonomi, (2) keluarga, (3) masyarakat, (4) lingkungan alam, dan (5) agama dan kepercayaan. Nilai-nilai kearifan lokalnya memuat delapan hal, yaitu (1) konsep pendidikan, (2) model pendidikan, (3) sikap pantang menyerah, (4) ketekunan dan ketelitian, (5) pendidikan moral, (6) sikap perilaku di masyarakat, (7) pengendalian diri, dan (8) etika.

Downloads

Published

2023-12-28