Pengendalian Banjir dan Rob Kawasan Tambak Lorok Tahap II Semarang

Authors

  • Octavia Surya Ningtyas Universitas PGRI Semarang
  • Ikhwanudin Universitas PGRI Semarang

Abstract

Abstrak – Penurunan muka air tanah, penurunan permukaan tanah, dan kenaikan permukaan air laut menjadi penyebab bencana di daerah pesisir Kota Semarang. Tambak Lorok sebagai salah satu perkampungan nelayan di pesisir utara Kota Semarang yang berbatasan langsung dengan laut Jawa membuat kawasan tersebut sering terkena bencana banjir rob. Melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali – Juana Pemerintah Kota Semarang melakukan upaya untuk mengatasi bencana tersebut melalui proyek Pengendalian Banjir dan Rob Kawasan Tambak Lorok Tahap II dimana tahap I sudah dilakukan pada tahun 2017 sepanjang 1537m. Pada tahap II ini dilakukan dengan membuat tanggul laut yang berada di sisi barat dan timur, kolam retensi dan rumah pompa di kedua sisi wilayah Tambak Lorok. Yang diawali dengan pekerjaan tanah meliputi pemasangan matras bambu, pelapisan geotextile dan timbunan tanah padas, serta struktur tanggul menggunakan material Corrugated Concrete Sheet Pile(CCSP), Spun Pile, dan untuk strukur atas tanggul ditutup dengan Capping Beam, balok tari, plat lantai, dan dinding parapet. Selain sebagai penahan dan pelindung dari ombak laut tanggul tersebut juga berfungsi sebagai sandaran kapal dari nelayan sekitar. Diharapkan dari adanya proyek tersebut dapat mencegah atau meminimalisir masalah bencana di kawasan Tambak Lorok.

 

Kata Kunci : CCSP, Spun Pile, Tambak Lorok, Tanah

Downloads

Published

2024-01-21

Issue

Section

Articles