Metode Perendaman dan Perebusan untuk Menganalisis Kadar HCN Biji Karet (Hevea brasiliensis) dari Perkebunan Karet PTPN IX Desa Karangrau Kabupaten Banyumas

Authors

  • Sudarman Sudarman
  • Tumisem Tumisem

Keywords:

Penurunan Kadar HCN, Biji karet (Hevea brasiliensis), Perendaman da Perebusan.

Abstract

Perkebunan Karet PTPN IX Banyumas memiliki luas sekitar 1.202 Ha. Biji karet dari perkebunan tersebut masyarakat belum bisa memanfaatkannya dengan baik. Hal ini dimungkinkan masyarakat belum mengetahui manfaat biji karet dan cara mengolahnya menjadi bahan berbeagai produk usaha alternatif. Hasil penelitian terdahulu biji karet mengandung minyak nabati berkisar 45.6%, karbohidrat 15.9%, protein 27%, lemak 32.3% dan abu 3.96% per 100 g daging biji karet. Namun biji karet mengandung senyawa berbahaya yaitu asam sianida (HCN) yang bersifat racun jika dikonsumsi manusia. Kandungan asam sianida (HCN) sekitar 330 mg/100g daging biji karet. Berdasarkan pernyataan di atas maka tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kadar HCN biji karet (Hevea brasiliensis) dari Perkebunan Karet PTPN IX desa Karangrau kabupaten Banyumas melalui perendaman arang sekam padi yang dicampur garam kasar dan perendaman dalam air yang kemudian dilakukan perebusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perendaman arang sekam padi 40% dan 50%, perendaman larutan garam kasar 40% dan 50% selama 1.5 hari dan 2 hari serta perlakuan perendaman dalam air selama 2 hari dan 3 hari dengan perebusan selama 2 jam dan 3 jam. Analisis data penelitian menggunakan anova satu jalur dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diperoleh penurunan kadar HCN paling rendah terjadi pada perlakuan perendaman dalam air selama 3 hari dan perebusan selama 2 jam. Perlakuan ini menjadikan kadar HCN dalam biji karet turun dengan rata-rata 5.72 ppm/100 g daging biji karet.

Downloads

Published

2019-10-14

Issue

Section

Articles