Feasibilitas Aplikasi Teknologi Biologi Anaerob dan Wetland Untuk Pengolahan Air Limbah

Authors

  • Hanny Vistanty
  • Rizal Awaludin Malik

Keywords:

anaerob, constructed wetlands, air limbah, chemical oxygen demand

Abstract

Makalah ini akan membahas mengenai feasibilitas dari integrasi teknologi anaerob-wetland dalam pengolahan air limbah industri.

Teknologi anaerob merupakan salah satu teknologi yang telah lama dipelajari dalam pengolahan air limbah karena keunggulannya dari teknologi anaerob dibanding teknologi lain, yaitu sederhana dalam operasional, tidak menghasilkan sludge, lebih tahan terhadap beban organik tinggi, kebutuhan energi rendah serta biaya operasional dan maintenance yang murah. Oleh karena itu, teknologi anaerob paling potensial untuk diaplikasikan sebagai teknologi pengolahan air limbah industri dengan beban COD tinggi (lebih dari 2000 mg/L), baik yang bersifat organik maupun non organik. Performa teknologi yang tinggi ditunjukkan dengan efisiensi penurunan COD (Chemical Oxygen Demand) yang berkisar antara 80-90%. Namun teknologi anaerob saja masih belum mampu untuk menghilangkan seluruh polutan yang terkandung dalam air limbah, sehingga COD air limbah keluar masih berkisar antara 300-400 mg/L. Untuk itu diperlukan teknologi pendukung untuk mengolah kembali keluaran tersebut. Integrasi teknologi anaerob-wetland merupakan satu sistem kombinasi yang sesuai untuk diterapkan. Teknologi wetland atau constructed wetlands merupakan teknologi yang diadaptasi dari natural wetlands dengan biaya investasi yang murah, tidak memerlukan sludge, operasional sederhana, serta memiliki nilai estetika yang tinggi. Pretreatment anaerob sebelum wetland akan menguntungkan karena anaerob dapat mengurangi padatan tersuspensi yang masuk ke wetland sehingga mengurangi risiko clogging. Integrasi sistem anaerob-wetland dapat menurunkan beban BOD, COD dan TSS masing-masing hingga 98%, 93%, dan 99% dengan kualitas keluaran air limbah yang dapat memenuhi persyaratan Baku Mutu Air Limbah Industri dan COD akhir berkisar antara 43-53 mg/L.

Downloads

Published

2019-10-14

Issue

Section

Articles